Beranda blog Halaman 17

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Petugas Pantarlih Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024.

0

Diskominfo Sarmi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sarmi, menggelar Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi petugas pemutahiran data pemilih (Pantarlih) pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati tahun 2024, bertempat di Aula BPKAD, Kota Baru Petam, Distrik Sarmi Selatan, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Senin, 24/6/2024.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji tersebut dilakukan oleh Ketua KPU, Kabupaten Sarmi, Yohanis Yoce Richard Yenggu, serta disaksikan oleh Komisioner KPU, Komisioner Bawaslu, PPD, dan Panwaslu Se Kabupaten Sarmi.
Dan dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan pakta integritas bagi seluruh anggota pantarlih yang baru.

Ketua KPU Kabupaten Sarmi, Yohanis Yoce Richard Yenggu, dalam sambutannya, mengatakan, sebanyak 134 anggota Pantarlih dari 10 distrik yang ada di Kabupaten Sarmi hari ini resmi dilantik, dan diambil sumpah/janji jabatannya, dengan masa kerja satu bulan, terhitung dari tanggal 24 Juni 2024 sampai 24 Juli 2024.

Yenggu juga mengatakan, pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan petugas pemutahiran data pemilih (Pantarlih) dilaksanakan dalam rangka pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, tahun 2024.

“Setelah mengikuti kegiatan ini peserta diharapkan mampu mengemban tugas dan amanah dengan baik,” ujar Yenggu.
Mereka ini akan mendata warga masyarakat yang berada di tempat tugas mereka, sehingga warga masyarakat tidak kehilangan hak suaranya di pemilihan nanti.

“Karena mereka ini adalah perpanjangan tangan dari KPU, diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar,” ucap Ketua KPU Sarmi.

Juga pada kesempatan itu, dari Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, KPU Kabupaten Sarmi, Syaril Rahman, mengatakan, bahwa pada hari ini kita hanya sebatas melantik dan nantinya akan dijadwalkan oleh KPU Sarmi akan ada bimbingan teknis bagi mereka, sebelum mereka melaksanakan tugas di lapangan.

Lanjut, kata Rahman bimbingan teknis ini adalah sebagai bekal di mana sebelum melaksanakan tugas harus mengetahui tugas-tugas apa saja yang harus dilaksanakan di lapangan nanti, sehingga nanti tidak terjadi kekeliruan atau bingung dalam melaksanakan tugas.

Rahman juga mengingatkan, bahwa setiap anggota Pantarlih harus berpegang teguh kepada pakta integritas yang merupakan rambu-rambu atau perintah di dalam melaksanakan tugas di lapangan nanti.

Di akhir sambutannya, Rahman berharap bisa lebih produktif untuk menanyakan hal-hal yang memang belum dipahami atau sesuatu yang belum diketahui, sehingga dalam mendata tidak kesulitan dan koordinasi itu penting.

Penamatan Dan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Blandina Sawar, PAUD Blandina Sawar 2 Dan PAUD Yosina 1 Neidam

0

Diskominfo Sarmi – Bertempat di ruang belajar PAUD Blandina Sawar, Distrik  Sarmi, Kabupaten Sarmi, Sabtu, 22 Juni 2023 untuk pertama kalinya tiga lembaga pendidikan PAUD (Blandina Sawar, Blandina Sawar 2 dan Yosina 1 Neidam) melaksanakan proses penamatan dan pelepasan 21 siswa-siswi.

Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sarmi, Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Sarmi, Gabriel Rudamaga, S.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Paud adalah langkah awal bagi anak-anak kita untuk menuju jenjang pendidikan berikutnya. Untuk itu, kata Rudamaga kepada setiap orang tua wajib memberikan pendidikan dini bagi anak-anak lewat PAUD yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah.
“Sebab diantara anak-anak yang diwisuda hari ini, kelak nanti ada yang akan menjadi calon bupati, anggota DPRD, calon perwira tentara dan polisi serta guru,” harapnya.

Menutup sambutannya, Gabriel Rudamaga memberikan apresiasi kepada bunda-bunda PAUD yang sudah mendidik anak-anak ini, semoga Tuhan memberkati seluruh jeri paya yang sudah dipersembahkan untuk negeri tercinta Kabupaten Sarmi.

Selain itu juga Rudamaga menjelaskan, untuk menjawab tuntutan pendidikan di Kabupaten Sarmi saat ini, katanya, pemerintah daerah sedang mengupayakan pembangunan 6 unit SMA yang baru, untuk itu ia meminta kepada setiap orang tua agar tetap giat menyekolahkan anak-anak sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala PAUD Blandina Sawar, bunda Dominggas Sefa, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan harapannya kepada para orang tua, agar terus memperhatikan pendidikan dari pada anak-anak ini, sebab menurutnya, masa depan bangsa dan daerah ini ada pada mereka semua.

Hadir pada kesempatan ini, Sekretaris Kampung Sawar Festus Ambani, Ketua Jemaat GKI PNIEL Sawar Enggelina O. Patay, S.Th, dan bapak-ibu orang tua murid

PAR GKI Kairos Kampung Tiba-Tiba Abepura Melakukan Misi Penginjilan Ke GKI Getsemani Kasukwe

0

Diskomonfo Sarmi – Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) GKI Kairos Kampung Tiba-Tiba Abepura, melakukan Kunjungan Misi Penginjilan ke Klasis Sarmi Barat, tepatnya di GKI Getsemani Kasukwe, Kampung Kasukwe, Distrik Sarmi Selatan, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.

Kegiatan Misi Penginjilan ini berlangsung dari tanggal 16 s/d 19 Juni 2024, juga dihadiri oleh Pdt. Sesar Manurung, Pdt. Naomi Sela, Para Pengasuh Sekolah Minggu, Genre Papua (Generasi Muda Papua) bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Papua.

Dalam Kunjungan tersebut di lakukan beberapa kegiatan di antaranya penyampaian materi dari BKKBN terkait narkotika dan obat-obat terlarang, serta pergaulan bebas di lingkungan remaja, melakukan kunjungan ke tempat wisata, diantaranya mengunjungi Tugu Yamagata, dan Pantai Kelapa Satu Kampung Neidam.

Di Pantai Kelapa Satu, rombongan ini di sambut baik oleh PAR Jemaat Diaspora Neidam, sambil menikmati panorama alam, juga secara bersama-sama melakukan penanaman 30 pohon cemara dan pohon bintangor di sepanjang pantai.

Kegiatan Misi Penginjilan ini bertemakan : ‘Berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus.’

Ketua BP Unsur PAR GKI Kairos Kampung Tiba-Tiba Abepura, Kaka Pengasuh Ivon Rawar, ketika ditemui jurnalis Diskominfo Sarmi, di Pantai Kelapa Satu Neidam, Selasa, 18/6/2024, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan keputusan hasil Sidang Jemaat GKI Kairos Kampung Tiba-Tiba Abepura, yang dicantumkan dalam buku sidang, “Dan hari ini kami melakukannya dengan mengunjungi 3 jemaat di Wilayah Klasis Sarmi Barat, di antaranya Jemaat GKI Getsemani Kasukwe, Jemaat Efata Syaratesa, dan Jemaat Betesda Wapoania.”
Lebih lanjut, Ivon menjelaskan, bahwa ada 2 jemaat berhalangan hadir, yaitu Jemaat Efata Syaratesa, dan Jemaat Betesda Wapoania, namun itu tidak menyurutkan semangat bagi mereka.
“Kegiatan hari ini berjalan lancar dan aman, dan puncak dari seluruh kegiatan Misi Penginjilan ini akan dilaksanakan ibadah KKR atau Kebaktian Penyegaran Iman (KPI), pada malam hari,” tuturnya.

Ivon Rawar juga menyebutkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mendekatkan anak-anak pada Tuhan, karena menurutnya, di luar sana banyak anak-anak yang jauh dari Tuhan, sehingga kata Ivon, “Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita dapat mendekat mereka pada Tuhan.
Sebenarnya Firman Tuhan bisa di kenal kapan saja, dan siapa saja, tetapi bukan hanya mengenal dan mendengar, tetapi mereka mampu melakukannya dalam penerapan setiap hari.”

Jumlah keseluruhan peserta  PAR Jemaat Kairos berjumlah 49 orang, dan menurut rencana besok hari Rabu, 19 Juni 2024, akan bertolak kembali ke Kampung Tiba-Tiba, Abepura-Jayapura

Peluncuran Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sarmi Tahun 2024

0

Diskominfo Sarmi – Peluncuran Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sarmi Tahun 2024 yang di selenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Sarmi, bekerja sama Tribun Papua Com, berlangsung meriah, dengan hadirnya beberapa artis menjadi daya tarik masyarakat untuk tumpah ruah dalam kegiatan tersebut, berlangsung di Halaman Parkir Pasar Senteral Mararena Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Kamis malam, 13/6/2024.

Kegiatan tersebut di isi dengan pembagian doorpraze, yang disponsori oleh Bank BRI Cabang Sarmi, tarian adat khas Papua, serta hiburan dari artis lokal maupun nasional.

Pj Bupati sarmi, Markus O. Mansnembra, S.H., M.M, dalam sambutannya mengatakan pada Pilkada serentak tanggal 27 November nanti kita mendapatkan pemimpin yang memiliki legitimasi yang kuat sesuai penetapan PKPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024. Adanya peningkatan partisipasi pemilih pada Pilkada serentak nanti juga diharapkan akan dapat mendorong kualitas demokrasi masyarakat.

Melihat partisipasi Pemilihan Umum pada 14 Pebruari 2024 yang lalu secara nasional sangat positif, tercatat di Kabupaten Sarmi salah satu kabupaten yang melaksanakan pemilihan tercepat dan aman di Provinsi Papua.

Lebih lanjut dikatakan Pj Bupati Sarmi, berharap kepada seluruh penyelenggara di tingkat kabupaten maupun distrik dan kampung untuk bekerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang ada sehingga potensi-potensi konflik bisa diminimalisir saat pilkada nanti.

Menutup sambutannya, Pj Bupati berharap agar pada Pilkada nanti, peserta Pilkada melalui partai politik pengusungnya agar dapat menjaga kestabilan keamanan dengan mengondisikan para pendukungnya untuk tidak bertindak diluar ketentuan perundang-undangan dan bagi kita semua yang terpenting adalah melakukan tugas dan fungsi kita masing-masing, sehingga Pilkada serentak nanti dapat berjalan dengan aman, lancar dan damai.

Dikesempatan yang sama, Ketua KPU Kabupaten Sarmi, Yohanes Yoce Richard Yenggu, mengatakan, KPU telah melaksanakan tahapan-tahapan persiapan di seluruh distrik dan kampung dari 80 kampung dan 10 distrik yang ada di Kabupaten Sarmi, yang terus berlanjut sampai dengan bulan Agustus dengan menerima pendaftaran Paslon Bupati dan Wakil Bupati hingga pemilihan tanggal 27 November 2024.

Yohanes Yenggu, juga mengajak untuk bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban serta ikut membantu proses tahapan kepala daerah ini.

“Tanggal 27 November nanti kita akan memilih Gubernur- Wakil Gubernur, mupun Bupati dan Wakil Bupati yang terbaik sesuai dengan pilihan dan keinginan rakyat juga sesuai dengan pilihan Tuhan,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan peluncuran tersebut, Plt. Staf Ahli Gubernur Papua, Daniel Robert Senis, S.H, Asisten l Michel A. Suruan, S.Sos., M.Si, Para Pimpinan OPD, Kepala Distrik Sarmi, Kemal K.N Dimo, S.IP, Kapolres Sarmi AKBP Timur Santoso, S.I.K, M.A.P, Dansupdenpom XVII/D Sarmi Kapten CPM Mukmin, Para toko agama, toko adat, dan tokoh masyarakat.

 

Asisten lll Resmi Buka Sosialisasi Surat Edaran Gubernur Papua Tentang Percepatan BABS Di Papua

0

Diskominfo Sarmi – Mewakili Pj Bupati Sarmi, Asisten lll Bidang Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Sarmi, Hans Robert Weyasu, S.E., M.M, dengan resmi membuka kegiatan Sosialisasi Surat Edaran Gubernur Papua tentang Percepatan Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Provinsi Papua tahun 2024, dan Peraturan Bupati Sarmi No 46 tahun 2023 tentang Penyelenggaraan sanitasi total berbasis masyarakat yang berkesetaraan gender dan inklusi total di Kabupaten Sarmi, bertempat di Aula Kantor Distrik Sarmi, Jumat, 7/6/2024.

Kegiatan sosialisasi ini di laksanakan atas kerja sama UNICEF dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sarmi.

Kegiatan tersebut berlangsung sehari, dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum, M.Kes, Plt Kepala Dinas kesehatan sarmi, Ibu Dorlina Haay, R.L S. Kep, Kepala Distrik Sarmi, Kemal K.N Dimo, S.IP, Para Kepala Puskesmas, dan Para Kepala Kampung.

Dalam Sambutannya, Asisten lll, Hans Robet Weyasu, menyampaikan bahwa akses terhadap air minum dan sanitasi aman dan layak menyumbang pada perbaikan status kesehatan, terutama kesehatan perempuan dan anak. Ketersediaan air minum dan sanitasi aman, dan layak mengurangi tingginya angka kematian bayi dan balita, yang umumnya disebabkan karena penggunaan air dan sarana sanitasi yang tidak aman dan layak yang berakibat terjadinya penyebaran penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti; diare, disentri, kolera, hepatitis, penyakit kulit dan lain-lain.

Kejadian penyakit infeksi yang sering berulang karena sumber penyakitnya tidak dihilangkan dapat menyebabkan gangguan kecukupan gizi kronis untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Jika kekurangan asupan gizi kronis terjadi pada ibu hamil dan bayi maka dapat menyebabkan terjadinya stunting pada anak balita. Risiko terberat dari kejadian stunting yaitu gangguan perkembangan pada otak dan organ penting lainnya dalam tubuh. Terjadinya gangguan pertumbuhan otak akan menyebabkan rendahnya kemampuan dan fungsi otak. Hal ini akan menjadi ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, yang berdampak terhadap kemampuan daya saing bangsa.

Menyadari pentingnya pelaksanaan STBM sebagai layanan intervensi sensitif dalam upaya percepatan penurunan stunting, maka Pemerintah dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan menetapkan target antara percepatan penurunan stunting dengan indikator sasaran persentase desa/kampung dan kelurahan stop BABS atau SBS dengan target tahun pencapaian 2024 sebesar 90%.

Untuk itu perlu kebijakan yang mengatur pelaksanaan program STBM dengan memperhatikan pengarusutamaan Gender Disabilitas dan Inklusi Sosial (GEDSI) serta memperhatikan adaptasi perubahan iklim.
Dalam Rangka Percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).

Dengan demikian pemerintah telah menerbitkan beberapa peraturan antara lain; Permendagri Nomor 87 Tahun 2022 tentang Percepatan Layanan Sanitasi Berkelanjutan dan Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah (BANGDA) Kementerian Dalam Negeri tentang Percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS). Selain kedua kebijakan tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan terbaru yaitu Instruksi Presiden (Inpres) No 1 Tahun 2024 tentang Percepatan penyediaan air minum dan layanan pengelolaan limbah domestik.

Sebagai tindak lanjut Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen mencapai 100% Stop BABS pada tahun 2024 yang dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Papua No.400.7.11/255/2024 tentang Percepatan Pencapain Stop BABS di Provinsi Papua Tahun 2024, dan didukung oleh Peraturan Bupati Sarmi Sarmi No.46 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang berkesetaraan Gender dan Inklusi Sosial.

Di tempat yang sama, Reza, dari UNICEF, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat dalam upaya menghentikan praktik BABS. Kolaborasi yang lebih erat antara berbagai pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pelaksanaan program sanitasi, pemerintah daerah diharapkan memberikan dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai untuk pelaksanaan program sanitasi. Ini termasuk alokasi dana untuk pembangunan fasilitas sanitasi dan program edukasi masyarakat.

Harapannya ada peningkatan pencapaian stop buang air besar sembarangan 100% di Kabupaten Sarmi di tahun 2024.

Dokumentasi : Humas dan Protokoler Kabupaten Sarmi

Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi Lakukan Pencegahan Terhadap Masuknya Penyakit ASF Virus Demam Babi Di Sarmi

0

Diskominfo Sarmi – Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi, Bidang Peternakan melakukan pencegahan dengan cara membagi selebaran stiker, dan pemasangan baliho di tempat-tempat keramaian, serta himbauan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dari virus ASF (African Swine Fever) Virus demam babi,

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi, drh. Dorkas, Y.L Imbiri, M.KP, Kamis, 6/6/2024, menjelaskan, bahwa, ASF (African Swine Fever) atau demam babi Afrika sudah menyebar di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Asia.
Di Indonesia penyebaran ASF meluas di beberapa propinsi, terbaru adalah ditemukannya ASF di peternakan babi rakyat pada bulan Mei 2021 di Kabupaten Berau Kaltim berdasarkan hasil uji laboratorium BVET Banjar Baru.

Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian, karena lalu lintas ternak antar kabupaten di wilayah Kaltim cukup padat, jangan sampai ASF masuk ke Papua hingga di Kabupaten Sarmi,” ujar drh. Dorkas. Oleh karenanya penting dilakukan upaya pencegahan penyakit ASF.

Dalam upaya mencegah penularan penyakit ASF dari tertular, maka Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi bersama tim meningkatkan kewaspadaan dini (early warning system) melalui pengawasan lalu lintas ternak di perbatasan serta monitoring dan penyampaian komunikasi informasi dan edukasi (KIE) di tempat peternakan babi rakyat di beberapa distrik dan kampung.

Populasi ternak babi di Kabupaten Sarmi diperkirakan berjumlah 5.820 ekor babi, yang tersebar di kampung-kampung di Kabupaten Sarmi.

Dorkas menjelaskan lebih lanjut, faktor resiko penyebaran penyakit dan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh penyakit ASF.
Penyakit ini disebabkan oleh virus sampai saat ini belum ditemukan obat dan vaksin yang bisa menangkal penyakit tersebut. Faktor resiko penyakit adalah sweel feeding berupa pakan dari sisa catering/hotel dan makanan dari kapal asing yang mengandung virus, serta keberadaan babi liar yang terinfeksi virus ASF. Kematian yang ditimbulkan penyakit ASF, akibat virus yang virulensi menengah berkisar 30-70% populasi, bahkan mencapai 100% pada virus yang virulensinya tinggi. Dampak lainnya adalah hilangnya mata pencaharian peternak babi. Selain kerugian ekonomi, terdapat biaya program pengendalian penyakit ASF yang sangat tinggi yang harus dikeluarkan daerah, diantaranya untuk pengendalian lalu lintas, pengendalian vektor, biosekuriti, pemantauan dan surveilans, serta sosialisasi.

Oleh karena itu, kata Dorkas, “Kami menghimbau kepada peternak babi yang ada di Kabupaten Sarmi agar peduli kesehatan ternak. Langkah-langkah pencegahan di usaha peternakan berupa menjaga sanitasi dan higienis kandang dan peralatan, lakukan desinfeksi kadang secara berkala, tingkatkan biosekuriti serta memberi pakan yang sudah dimasak terutama pakan dari sisa catering/hotel/kapal.”

Dokumentasi : Humas dan Protokoler Kabupaten Sarmi

Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi Periksa Bahan Pakan Asal Hewan (BPAH) Di Wilayah Distrik Sarmi

0

Diskominfo Sarmi – Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi, Bidang Peternakan melakukan pemeriksaan terhadap bahan pakan asal hewan yang tersebar di toko, kios dan pasar di Distrik Sarmi Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Kamis, 6/6/2024.

Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Kepala Bidang Peternakan, drh. Dorkas Y.L Imbiri, M.KP, didampingi Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Willy K.J Ruwayari, S.PT.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala Distrik Sarmi, Kemal Dimo, S.IP, Wakapolsek Sarmi, IPDA Nicholas Aragay, dan sejumlah staf Distrik Sarmi, anggota Polsek Sarmi, dan staf Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi.

drh. Dorkas Imbiri, usai melakukan pemeriksaan mengatakan, “Tujuan kami hari ini yaitu melakukan pemeriksaan bahan pakan asal hewan untuk menjamin bahan pakan asal hewan yang masuk ke Kabupaten Sarmi, benar-benar aman, sehat, halal dan dapat di konsumsi oleh masyarakat,” tuturnya kepada jurnalis Diskominfo Sarmi.
Lanjut kata Dorkas, “Hari ini kami sudah melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel dari daging-daging tersebut di antaranya daging ayam, telur, pentolan, dan daging sapi untuk di lakukan pemeriksaan.
Sampelnya akan di kirim ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya di laboratorium, apakah bahan pakan asal hewan yang beredar di pasar, toko dan kios-kios layak di kosumsi oleh masyarakat atau tidak.”

Dorkas menjelaskan pula, layak, tidaknya bahan pakan asal hewan tersebut, akan kami menyurat ke dinas-dinas terkait, agar dapat mengambil langkah- langkah pencegahan sehingga tidak menimbulkan korban kerugian bagi para konsumen atau masyarakat yang ada di kota Sarmi.
Dorkas menambahkan bahwa kegiatan ini rutin
dilaksanakan setiap tahun, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan di Kabupaten Sarmi.
Alasannya adalah, karena hampir sebagian besar daging dan telur, masuk dari Kabupaten Jayapura, sehingga ini benar-benar harus dilakukan pemeriksaan
apakah masih layak atau sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Mengakhiri wawancara, drh. Dorkas Imbiri merasa bersyukur kepada Tuhan karena kegiatannya dapat berjalan baik dan lancar, dan juga mendapatkan support dari instansi terkait.

Dokumentasi : Humas dan Protokoler Kabupaten Sarmi

DLH Provinsi Papua Gelar Penanaman Pohon Dan Pungut Sampah Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia

0

Diskominfo Sarmi – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Ke-52 Tahun 2024 di Kabupaten Sarmi, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua bekerja sama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarmi gelar berbagai kegiatan di antaranya, pungut sampah, penanaman pohon Manggrov (bakau), penyerahan alat komposter dan pakaian dinas lapangan/ olahraga.

Kegiatan dipusatkan di halaman parkir pasar senteral Mararena Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Rabu, 5/6/2024.

Kegiatan diawali dengan apel pasukan yang di pimpin oleh Plt Sekda Sarmi, Agus Festus Moar, S.Pd., M.Si, dan dihadiri oleh Sekertaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Ariestoteles Ap, S.H., S.Hut., M.Si, Kepala Bidang Pengelolaan Kwalitas Lingkungan dan Pengembangan Kapasitas, DLH Provnsi Papua, Yakonias Maitindom, SP., M.Si, Kapolres Sarmi, AKBP Timur Santoso, S.I.K., M.A.P, Danlanal X Sarmi, Michel Ansanay, Dansupdenpom XVII/D Sarmi, Kapten CPM Mukmin, Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sarmi, Michel Dandirwalu, S.Th., M.M, Pimpinan OPD dan staf ASN di lingkungan Pemda Kabupaten Sarmi, pelajar dan warga masyarakat.

Dengan tema Hari lingkungan hidup sedunia tahun ini yaitu, “Penyelesaian Krisis Iklim Dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan.”

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 di Kabupaten Sarmi ditandai dengan penanaman ratusan pohon, dilaksanakan di halaman kanan/kiri jalan masuk pasar sentral Mararena dan penanaman pohon Manggrov di muara sungai Orey, serta pemungutan sampah, yang diikuti sekitar 200 orang terdiri dari personel TNI-Polri, ASN dan Pelajar.

“Pemulihan lingkungan merupakan kunci dalam membalikkan arus degradasi lahan dan dapat sekaligus meningkatkan mata pencaharian, mengurangi kemiskinan dan membangun ketahanan terhadap cuaca ekstrem serta meningkatkan penyimpanan karbon dan memperlambat proses ataupun dampak akibat perubahan iklim,” ungkap Plt Sekda Sarmi, Agus Festus Moar, saat membacakan amanat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya.

Selain itu, restorasi lahan selain menghasilkan manfaat ekosistem yang signifikan juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan keberlanjutan sosial kesejahteraan bagi masyarakat namun harus didasarkan pada prinsip keadilan memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh semua pihak”. jelasnya.

Diakhir amanatnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi serta penghargaan yang tinggi atas kerja keras seluruh elemen bangsa seluruh masyarakat hal tersebut sesuai dengan makna Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Ariestoteles Ap, S.H., S.Hut., M.Si, mengatakan, keterlibatan masyarakat juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat dengan memberikan ruang untuk ikut terlibat secara aktif menjaga dan menyelamatkan bumi, sesuai dengan tema peringatan hari lingkungan hidup sedunia

Ap, juga berharap dengan keterlibatan TNI/Polri, ASN dan berbagai komponen masyarakat dalam kegiatan ini dapat melahirkan agen-agen penyelamat dunia (bumi) dengan menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Kami yakin dan percaya dengan masyarakat ikut terlibat, maka bumi kita yang hanya satu ini bisa terjaga bersama-sama, sehingga ke depan Kabupaten Sarmi bebas dari berbagai ancaman global yang mengakibatkan kerusakan pada lingkungan tetapi juga manusia di dalamnya,” harapnya.

Dokumentasi : Humas dan Protokoler Kabupaten Sarmi

KPU Sarmi Resmi Lantik 162 Anggota PPS Pilkada 2024

0

Diskominfo Sarmi – Sebanyak 162 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 10 distrik di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua resmi dilantik.

Pelantikan tersebut dilakukan pada 2 titik lokasi yang berbeda yakni, di Aula Hotel Rivior, Distrik Sarmi dan Distrik Bonggo.

“Kami informasikan bahwasanya telah dilaksanakan pelantikan 162 anggota PPS dari 10 distrik yang ada di Kabupaten Sarmi Papua,” sebut Sekretaris KPU Sarmi, Warsai Iwanggin, S.Sos., M.AP, kepada jurnalis Diskominfo Sarmi, Minggu, 26/5/2024.

Iwanggin, menjelaskan, perekrutan petugas PPS pada tingkatan distrik tersebut telah dilakukan sesuai mekanisme tahapan yang ada, mereka ini juga mulai dibayarkan gajinya selama delapan bulan bekerja, terhitung dari bulan Juni 2024 hinga Januari 2025.

“Kami berharap para anggota PPS yang baru dilantik ini bisa bekerja berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan secara profesional efektif serta efisien maupun transparan,” tuturnya.

Lanjut, Iwanggin mengatakan, “Para anggota PPS tentu akan ditugaskan pada Pilkada 2024 di Kabupaten Sarmi – Papua.
Mereka haruslah sepenuh hati bertanggung jawab sampai berakhirnya masa jabatan,” katanya.

Dikatakannya pula, “Suksesnya Pilkada sudah barang tentu merupakan tugas bersama.
Terlebih saudara-saudara kita yang saat ini dilantik sebagai anggota PPS.”

Dengan terpilihnya sebagai anggota PPS, dikatakan Iwanggin merupakan amanah dan kepercayaan yang harus diemban oleh anggota PPS sebagai bentuk pengabdian.
“Untuk itu anggota PPS harus bersikap proaktif dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Bupati dan Wakil Bupati Sarmi yang tahapan dan jadwalnya sesuai PKPU Nomor 2 Tahun 2024 sementara berjalan, sehingga diharapkan semua dapat bejalan dengan baik, bebas aman dan rahasia,” paparnya.

Plt Sekda Resmi Buka Kegiatan Pelayanan KB Sejuta Akseptor Di Kabupaten Sarmi

0

Diskominfo Sarmi – Pj Bupati Sarmi, Markus O. Mansnembra, S.H., M.M, yang diwakili oleh Plt Sekda Sarmi, Agus Festus Moar, S.Pd., M.Si, resmi membuka kegiatan Pelayanan KB Sejuta Akseptor, bertempat di Puskesmas Burtin, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Sabtu, 25/5/2024.

Kegiatan Pelayanan KB Sejuta Akseptor ini bertujuan
meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas bagi Pasangan Usia Subur (PUS).
Secara khusus, pelayanan tersebut ditujukan tidak hanya untuk menekan angka kebutuhan ber – KB yang belum terpenuhi (unmet need), melainkan juga guna meningkatkan komitmen pemerintah dari tingkat pusat sampai daerah bersama mitra kerja dalam program keluarga berencana.
Meningkatkan capaian peserta KB baru dan menjaga keberlangsungan pemakaian kontrasepsi.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tahun 2024 pada 29 Juni mendatang, dan hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke- 75 tahun 2024, dan sebagai langkah penguatan kerja sama dengan mitra kerja BKKBN yaitu Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sarmi dalam pelayanan KB, kesehatan reproduksi, yang juga berkaitan erat dengan pencegahan stunting.

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sarmi (DP2KB) bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut, DP2KB diwakili oleh Yosepina Rumbino, SKM dan Joice B. Asmuruf, SKM, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sarmi, Agustina Boseren, SKM., M.M, dan  Satgas Stunting Kabupaten Sarmi ibu Lydiana Bete Taek, STP.

Kegiatan dilaksanakan secara serentak pada hari Sabtu, 25/5/2024, di lima tempat di Kabupaten Sarmi, antara lain; 1). Puskemas Burtin diikuti oleh akseptor dari Distrik Pantai Timur sebanyak 21 orang dan Distrik Pantai Timur Bagian Barat sebanyak 48 akseptor.
2). Puskesmas Bagaiserwar diikuti oleh akseptor dari Distrik Sarmi Timur dan akseptor dari Apawer Hulu.
3). Balai KB Sarmi dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi, Dorlina R.L Haay, S.Kep, dan diikuti oleh akseptor dari Distrik Sarmi dan Distrik Sarmi Selatan.
4). Puskesmas Bonggo diikuti oleh akseptor dari Distrik Bonggo dan Distrik Bonggo Timur, dan ;
5). Puskesmas Pantai Barat diikuti oleh akseptor dari Distrik Pantai Barat.

Kegiatan Pelayanan Sejuta Akseptor tahun ini bertemakan, “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas.”

Plt Sekda, Agus Moar, dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan tertulis Pj Bupati Sarmi, Markus O.Mansnembra, S.H., M.M.
Yang isinya antara lain menjelaskan; Kegiatan Pelayanan Sejuta Akseptor ini bertujuan untuk mencegah lahirnya stunting baru.
Kemudian, Hari Keluarga Nasional merupakan momentum strategis untuk mensinergikan gerak dan langkah Keluarga Indonesia dalam menyukseskan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (BANGGA KENCANA) dan upaya pencegahan Stunting.

Poin berikutnya adalah bahwa, Tim Pendamping Keluarga (TPK), bidan merupakan Ketua Tim dalam Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting, bersinergi dengan Kader PKK dan Kader KB.

Dalam sambutan
itu juga, Moar menjelaskan bahwa, di masa pandemi terjadi suatu konstriksi kegiatan pelayanan, kemudian ditandai dengan adanya unmet need yang meningkat.

“Ada mereka yang harusnya ber-KB, dia pengin KB, tetapi belum terlayani. Mereka itu disebut sebagai unmet need. Sedang mereka yang tidak terlayani KB jika terlanjur hamil, kehamilannya disebut sebagai unwanted pregnancy atau kehamilan yang tidak dikehendaki.” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Moar, Kalau dia menjadi hamil yang tidak dikehendaki akibatnya panjang. Tadi sudah disampaikan, kata Moar bahwa stunting sebagai akibat dari kegagalan pelayanan.
Oleh karena itu, Gerakan Sejuta Akseptor ini sekaligus untuk mencegah bayi-bayi lahir tidak berkualitas atau stunting,” ungkapnya.
Lagi ia menjelaskan, bahwa, jarak melahirkan, jarak kehamilan sangat berpengaruh dengan kejadian stunting dan autisme. Sebab itu, jarak ideal melahirkan adalah 36 bulan dan menyempurnakan menyusui hingga 24 bulan.

Sehingga otomatis harus berjarak, antara anak pertama dan berikutnya. Sehingga, itulah pentingnya tetap pelayan kontrasepsi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas reproduksi dan kualitas generasi kita.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pertama, kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, serta terjadinya infeksi berulang; dan kedua, faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku. Standar dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), jelas Moar.

Oleh karena itu, kata Moar, yang muda-muda harus produktif, tidak hanya usianya yang produktif, tetapi juga dia meningkatkan akselerasi pendapatan per kapita dari keluarga. Sehingga, itulah harapan kita, supaya kualitas SDM unggul dimulai dari keluarga dan dimulai dari gerakan untuk persiapan reproduksi dan hari ini dimulai dari kegiatan Sejuta Akseptor,” ungkapnya.

Diakhir sambutan Pj Bupati Sarmi, Plt Sekda juga turut menjelaskan beberapa jenis kotrasepsi yang dapat digunakan.
“Jenis pelayanan KB yang dilakukan terdiri dari Pil, Kondom, Suntik, IUD, Implan, MOW dan MOP dengan tetap memperhatikan kualitas pelayanan,” jelas Moar.