Hardiknas 2026, Kabid PAUD Sarmi Dorong Penguatan Pendidikan Usia Dini dan Kesejahteraan Guru

0
19

Diskominfo Sarmi– Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi untuk memperkuat komitmen dalam membangun sektor pendidikan, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Gabriel J.E. Rudamaga, S.Pd., usai pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas, Sabtu (2/5/2026).

Gabriel menjelaskan bahwa saat ini terdapat 46 satuan pendidikan PAUD yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sarmi. Sebaran tersebut mencakup wilayah pantai barat hingga Sarmi kota, kemudian dari Sarmi kota hingga pantai timur, termasuk wilayah Bonggo serta beberapa PAUD di daerah Tor Atas.

Menurutnya, pemerataan layanan PAUD ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak usia dini di Kabupaten Sarmi mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ia menegaskan bahwa momentum Hardiknas menjadi pengingat bersama untuk terus mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas bagi generasi muda sejak usia dini.
Lebih lanjut, Gabriel menyoroti pentingnya program wajib belajar 13 tahun yang mencakup pendidikan pra sekolah. Ia menegaskan bahwa PAUD merupakan jenjang awal yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter anak sebagai fondasi sebelum memasuki pendidikan dasar.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar membawa anak-anak usia 0 hingga 6 tahun untuk mengikuti pendidikan PAUD. Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan landasan penting dalam membentuk kesiapan anak baik secara mental maupun sosial sebelum masuk ke jenjang sekolah dasar.

Dalam kesempatan tersebut, Gabriel juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus menyukseskan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sarmi. Ia menegaskan bahwa jajaran PAUD akan tetap semangat dan konsisten dalam memperkuat peran bersama para guru untuk membangun kualitas pendidikan di daerah.

Terkait program revitalisasi, ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah memberikan perhatian melalui bantuan pembangunan dan penataan sarana pendidikan. Pada tahun sebelumnya, PAUD Santa Theresa Sarmi telah menerima bantuan berupa pembangunan gedung dan penataan taman, sementara pada tahun 2026 terdapat alokasi untuk sembilan PAUD yang tersebar di wilayah Kabupaten Sarmi.

Selain itu, dukungan juga diberikan melalui program digitalisasi berupa bantuan televisi digital dan komputer Merah Putih dari Kementerian Pendidikan. Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga dilakukan melalui program sertifikasi bagi guru, termasuk guru non-PNS yang turut menerima bantuan langsung serta insentif bulanan dari pemerintah pusat.

Menutup pernyataannya, Gabriel berharap adanya perhatian berkelanjutan dari pemerintah pusat serta kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan PAUD di Kabupaten Sarmi. Ia juga memberikan semangat kepada para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, dengan harapan ke depan dapat memperoleh kesempatan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPKmaupun PNS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here