Beranda blog Halaman 6

Pelatihan Keterampilan Kerja Resmi Ditutup, Pemkab Sarmi Dorong Kemandirian Masyarakat

0

 

Diskominfo Sarmi—Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui Dinas Tenaga Kerja resmi menutup kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja yang meliputi komputer, servis HP, sablon, dan menjahit bagi pencari kerja. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 30 September 2025, diikuti oleh 53 peserta usia produktif dari berbagai kalangan di Kabupaten Sarmi.

Kegiatan pelatihan tersebut secara resmi di tutup oleh Asisten ll bidang Ekonomi dan Pembangunan, Flino Baransano, S.Ip, bertempat di Aula Hotel Damar, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Selasa, 30/09/2025.

Mewakili Bupati Sarmi, Dalam sambutannya, Fillino menyampaikan apresiasi atas semangat peserta selama pelatihan serta komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kompetensi masyarakat lokal. Pemerintah berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tapi menjadi bekal nyata bagi saudara-saudara untuk membuka usaha sendiri atau masuk ke dunia kerja yang lebih luas,” ungkap Flino Baransano.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para peserta menjadi pionir wirausaha muda di sarmi yang mampu membuka lapangan kerja baru di lingkungannya masing-masing. Pemerintah Kabupaten Sarmi berkomitmen untuk terus mendukung program pemberdayaan serupa di masa mendatang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sarmi, Ottouw G. Samoa, usai pnutupan kegiatan tersebut, menyampaikan harapannya agar para peserta pelatihan yang baru saja selesai mengikuti program pendidikan tersebut, dapat menjadi pionir wirausaha muda di daerahnya masing-masing. Hal ini disampaikannya saat penutupan pelatihan komputer, servis HP, sablon, dan menjahit yang digelar di Sarmi,

Menurut Ottouw, pelatihan tersebut bukan hanya bertujuan memberikan pengetahuan teknis semata, melainkan juga membekali peserta dengan semangat kewirausahaan agar mampu membuka peluang usaha mandiri di tengah keterbatasan lapangan kerja. “Kami harap peserta tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dan menjadi pelaku usaha baru yang bisa mempekerjakan orang lain,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sarmi berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat di masa mendatang, khususnya yang masih kelompok usia produktif dan pencari kerja. Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM lokal adalah langkah strategis dalam menekan angka pengangguran.

Namun demikian, kata Ottouw, diperlukan kolaborasi lintas dinas agar hasil dari pelatihan ini bisa berkelanjutan. “Yang utama adalah sinergitas dengan dinas-dinas terkait supaya peserta punya peluang kerja atau bisa dibina untuk usaha lanjutan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa masih banyak ruang yang bisa dimaksimalkan untuk mendukung alumni pelatihan, seperti fasilitasi peralatan usaha, bantuan modal, atau program lanjutan berbasis kelompok. “Jangan sampai mereka hanya terlatih tapi tidak terpakai,” tambahnya.

Langkah konkret yang bisa diambil ke depan adalah mendorong terbentuknya inkubator usaha kecil berbasis klaster keterampilan yang telah diajarkan, seperti kelompok sablon, kelompok menjahit, dan servis HP.

Ottouw juga berharap agar peserta mulai membangun jejaring kerja di lingkungannya sejak dini. “Kalau bisa kerja kelompok dulu, lalu berkembang. Di situ ada proses pembelajaran juga dalam mengelola usaha,” tuturnya.

Dengan bekal dasar keterampilan dan semangat yang telah ditanamkan selama pelatihan, ia optimistis peserta bisa mandiri dan bahkan turut membantu menyelesaikan persoalan pengangguran di Kabupaten Sarmi.(*) By Esris

PKK Provinsi Papua Gelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak di SMA Negeri 1 Sarmi

0

Diskominfo Sarmi–Dalam upaya menekan angka pernikahan usia dini di kalangan remaja, Tim Penggerak PKK Provinsi Papua menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan anak di SMA Negeri 1 Mararena Sarmi, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, pada Jumat, 29/9/ 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PKK Papua untuk melindungi hak-hak anak dan memastikan mereka mendapatkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

Sosialisasi tersebut, turut di hadiri oleh Wakil Bupati, Sarmi, Hj Jumriati, SH, para pelajar SMA, guru, serta unsur pimpinan OPD terkait. Para narasumber dari PKK Provinsi Papua menyampaikan materi mengenai dampak negatif pernikahan anak, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi. Tujuannya adalah membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya menunda pernikahan hingga usia matang.

Pemerintah daerah Kabupaten Sarmi, melalui Staf Ahli Bupati , yang juga selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Sarmi, Femie Kreuw, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Mereka menyebut pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan aman dan mendukung bagi anak-anak, terutama di wilayah Sarmi.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan generasi muda Sarmi semakin sadar akan hak-hak mereka sebagai anak dan pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang cerah. PKK Papua berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, terutama perempuan dan anak, dalam setiap langkah perubahan sosial di Tanah Papua.

Pj. Ketua TP PKK Provinsi Papua, Ny. Tyas A. Fatoni. Dalam sambutannya menegaskan bahwa pernikahan anak merupakan salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah dan kemiskinan di Papua. Oleh karena itu, semua pihak perlu bersinergi untuk mencegahnya. “Anak-anak harus kita dorong untuk fokus belajar dan meraih cita-cita, bukan dibebani dengan tanggung jawab rumah tangga di usia yang belum siap,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala SMA Negeri 1 Sarmi, Ely, M.Ed. menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi untuk memahami risiko yang dihadapi jika menikah di usia dini. Ia juga berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkala agar memberikan dampak jangka panjang.

Sosialisasi ini juga menjadi wadah diskusi interaktif antara siswa dan narasumber. Para siswa diberi ruang untuk bertanya dan berbagi pandangan mereka mengenai isu pernikahan dini. Diskusi ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda di Papua khusus di Kabupaten Sarmi memiliki kesadaran yang mulai tumbuh terhadap pentingnya melindungi masa depan mereka.

Di akhir kegiatan, PKK Provinsi Papua juga membagikan materi edukatif kepada peserta agar mereka dapat menyebarkan informasi ini ke lingkungan sekitarnya. Edukasi berbasis komunitas diharapkan menjadi strategi efektif dalam pencegahan pernikahan anak.(*)

Kadis Perikanan Sarmi optimis, Pelatihan CPPIB Tingkatkan Daya Saing Pembudidaya Ikan

0

Diskominfo Sarmi—Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi, Fredik Sawefkoy, S.IP.,M,AP kepada media online, Kamis, 15/9/2025, menyampaikan bahwa, pelatihan Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB), yang di bagikan kepada 60 peserta pembudi daya ikan air tawar selama 2 hari ini, dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan daya saing nelayan di daerah tersebut.

Fredik menjelaskan bahwa, selama ini salah satu tantangan utama pembudi daya ikan air tawar di Kabupaten Sarmi adalah ketergantungan terhadap pakan ikan pabrikan yang harganya cukup tinggi. Hal ini menyebabkan biaya produksi membengkak dan keuntungan pembudidaya menjadi minim. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi solusi nyata yang dapat mengurangi beban biaya tersebut, tuturnya.

Menurut Fredik selain aspek teknis, pelatihan ini juga mendorong pembudi daya ikan untuk lebih mandiri dan inovatif dalam mengelola usaha budidaya ikan mereka. Dengan kemampuan membuat pakan sendiri, para pembudidaya tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga bisa menciptakan pakan sendiri yang sesuai dengan kebutuhan ikan lokal dan kondisi perairan di sarmi.

Lebih lanjut, Fredik menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas pembudindaya ikan Ikan merupakan bagian dari strategi jangka panjang Dinas Perikanan dalam membangun ekosistem perikanan yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Sarmi. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara berkala dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, Fredik optimistis bahwa pembudidaya ikan lokal sarmi ke depan akan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional. Ia berkomitmen akan terus mendukung pemberdayaan pembudidaya ikan melalui pelatihan, penyuluhan, serta dukungan sarana dan prasarana.

Para peserta juga mengapresiasi inisiatif ini dan berharap ada tindak lanjut dalam bentuk pendampingan serta bantuan alat produksi pakan skala kecil. Mereka meyakini, jika pelatihan ini diimplementasikan dengan baik, maka hasil produksi ikan di sarmi akan meningkat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi dalam memperkuat sektor perikanan, sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilaya Sarmi.

Pelatihan yang dilalukan oleh Dinas Perikanan ini, melibatkan sejumlah instruktur dan praktisi perikanan yang memberikan materi tentang teknik pembuatan pakan ikan mandiri, efisiensi biaya produksi, serta manajemen budidaya ikan yang berkelanjutan. Para peserta yang merupakan pembudidaya ikan, tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat pembudi daya ikan, sektor perikanan sarmi diharapkan mampu tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi di wilayah Papua.(*)by esris

Pelatihan CPPIB Kepada 60 Peserta, Pembudidaya Ikan Diharapkan Dapat Lebih Mandiri

0

Kominfo Sarmi,— Guna Kemandirian Pembudi Daya Ikan Air Tawar, Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui Dinas Perikanan, mengadakan Pelatihan Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) kepada 60 orang peserta dari masyarakat pembudi daya ikan air tawar yang berasal dari Distrik Sarmi Selatan dan Distrik Sarmi, yang di buka oleh Asisten II Fillino Baransano, bertempat di Aula Albertus Suripno Lebah Neidam, Distrik Sarmi, Rabu, 24/09/2025.

Dalam sambutannya mewakili Bupati Sarmi, Fillino Baransano mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sarmi dalam mendukung program Dinas Perikanan. “Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan, agar dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pakan ikan yang berkualitas,” ujarnya.

Menurut As. II Fillino, pakan ikan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya perikanan. Dengan adanya pelatihan ini, tentunya para peserta diharapkan mampu menguasai teknik pembuatan pakan yang baik, sehingga produksi ikan di Kabupaten Sarmi dapat meningkat dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap sinergi antar perangkat daerah ini dapat memberikan hasil yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ucap As. II Filino.

Lebih jauh, Fillino berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. “Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak hanya disimpan, tetapi juga dipraktikkan dan ditularkan kepada masyarakat lain di kampung masing-masing. Dengan begitu, dampak positif dari kegiatan ini akan semakin luas,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Fillino mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, khususnya Dinas Perikanan sebagai pelaksana kegiatan. “Semoga melalui pelatihan ini, Sarmi dapat terus melahirkan inovasi dalam bidang perikanan dan menjadikan sektor ini sebagai penopang ekonomi masyarakat, sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati SARMI “yaitu SAPTA CITA.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi, Fredi Sawefkoy, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sarmi, Stepen Derek, serta jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata lintas sektor dalam mendorong kemajuan sektor perikanan di Sarmi.(*)by. Vicky Ambani

Asisten II Setda Sarmi: Perlindungan Anak Tanggung Jawab Bersama

0

Kominfo Sarmi– Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Hal itu disampaikan Asisten II Pemda Kabupaten Sarmi Fillino Baransano, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi perlindungan anak dalam Pembentukan Forum Anak Daerah(FAD) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bertempat di Aula Hotel Rivior Sarmi, Papua Senin, 22/09/2025

Menurut As. II Filino, anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan sosial yang aman. “Perlindungan anak bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab orang tua, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang masih terjadi menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih peka terhadap kondisi di sekitar. Pemerintah Kabupaten Sarmi sendiri berkomitmen untuk terus memperkuat program perlindungan anak melalui koordinasi lintas sektor.

“Setiap anak berhak tumbuh dan berkembang dengan baik. Oleh karena itu, kita semua harus hadir memastikan hak-hak anak terpenuhi,” kata Filino Baransano. Ia juga menekankan bahwa Pemkab Sarmi siap menjalin kerja sama dengan Dinas Perlindungan Perempuan, Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua dalam mengimplementasikan program perlindungan yang lebih terarah.

Dengan adanya perhatian serius dari semua pihak, termasuk dukungan pemerintah provinsi, diharapkan Sarmi dapat menjadi daerah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak. “Kita semua bertanggung jawab untuk mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya,”ucap Filino.

Pada kesempatan yang sama, sebagai Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sarce Krew, SH, mengatakan pentingnya peran forum anak daerah sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyuarakan pendapat mereka.

Menurut Sarce Krew, forum ini akan melahirkan perwakilan anak yang mampu menjadi corong dalam memperjuangkan kebebasan berekspresi, baik di sekolah, rumah, kampung, maupun di lingkungan sosial lainnya.

“Anak-anak yang terpilih nantinya diharapkan tidak hanya menjadi simbol, melainkan benar-benar mampu menyampaikan aspirasi dan kebutuhan anak di berbagai kesempatan. Mereka harus berani menyuarakan apa yang mereka rasakan dan butuhkan, agar suara anak bisa sampai ke telinga pemerintah maupun masyarakat”. ucap Sarce

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah kampung. Dalam pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Sarce berharap pemerintah kampung turut memberi ruang untuk mendengarkan aspirasi anak. Dengan begitu, pembangunan yang dilakukan bisa lebih ramah anak dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita dengar. Jika suara mereka tersalurkan dengan baik, maka pembangunan di Kabupaten Sarmi akan lebih menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak,” tambah Sarce Krew.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lembaga pendidikan. Para peserta berdiskusi tentang langkah-langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak di Kabupaten Sarmi.(*)by Vicky Ambani

Evaluasi Perubahan APBD 2025, Pemprov Papua Apresiasi Pemda Sarmi Sebagai Peraih Posisi Pertama

0

Diskominfo Sarmi— Rapat Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Sarmi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua, tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 di Swiss-Belhotel Kota Jayapura baru-baru ini, Senin, 22/09/2025, Pemprov Papua Apresia Pemda Sarmi sebagai Peraih Posisi Pertama.

Melalui Penyelenggaraan Rapat tersebut yang dipimpin oleh Dr. Fred Wanggai dan tim evaluator dari Pemprov Papua yang terdiri dari, BPKAD, Bapperinda, Bapenda, dan Biro Hukum. Pimpinan Rapat Dr. Fred Wanggai menyampaikan Apresiasi yang tinggi kepada Pemda dan DPRK Sarmi, karena berhasil telah membuat terobosan cepat. Sarmi dinyatakan sebagai 1 kabupaten dari 8 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua yang lebih awal menyelesaikan evaluasi Perda Perubahan APBD 2025.

“Ini sebuah prestasi membanggakan dari tim kerja yang solid,” ujar Dr. F. Wanggai. Ia menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan dalam pemenuhan syarat regulasi merupakan poin utama yang membawa Kabupaten Sarmi unggul dalam proses evaluasi.

Prestasi ini dianggap bukan hanya sekadar perolehan formal, melainkan cerminan sinergi yang matang antara perangkat daerah dan legislatif. Langkah cepat dan kepatuhan terhadap prosedur regulasi dianggap menjadi fondasi penting agar tata kelola pemerintahan di Sarmi semakin transparan dan akuntabel.

Wanggai juga mengaitkan prestasi Kabupaten Sarmi dengan visi pembangunan yang lebih besar, yakni SAPTA CITA menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebut bahwa capaian ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita nasional tersebut, dimana pemerintahan daerah yang kuat dan teratur menjadi salah satu pilar penting.

Dalam kesempatan tersebut, Hulman Marpaung sebagai evaluator dari Pemprov Papua juga berharap agar soliditas antara Pemda dan DPRK Sarmi dalam pembahasan APBD berubah dapat terus dipertahankan. Pasalnya, tantangan ke depan adalah penyusunan APBD 2026, yang harus sejalan dengan RPJMD Kabupaten periode 2025‑2029 dan RKPD Provinsi Papua tahun 2026.

Kehadiran dari Pemda Sarmi diwakili Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemda, sementara dari legislatif dihadiri Ketua DPRK Sarmi dan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRK. Hal ini menunjukkan kerja sama yang kuat antara eksekutif dan legislatif dalam proses pembentukan dokumen perubahan APBD.

Untuk memastikan keabsahan informasi, Inspektur Kabupaten Sarmi, Benny Wafumilena, S.Sos, M.Si, meminta konfirmasi langsung kepada pimpinan rapat F. Wanggai dan evaluator BPKAD, yakni Hulman Marpaung. Keduanya membenarkan bahwa Pemkab Sarmi memang telah melewati tahap evaluasi sementara pemprov belum melangkah ke tahap evaluasi untuk pemda-pemda lainnya.

Dengan prestasi ini, diharapkan Kabupaten Sarmi semakin dipercaya sebagai daerah yang mampu menjalankan perubahan dan regulasi secara cepat dan tepat. Masyarakat ikut berharap bahwa APBD Perubahan 2025 segera disahkan dan dapat dijalankan, sehingga manfaat pembangunan dan pelayanan publik bagi warga Sarmi bisa dirasakan lebih cepat.(*)by esris

Puskesmas Sarmi Gelar Pusling dan Bagikan Kelambu untuk Warga Kampung Sawar

0

Kominfo Sarmi– Puskesmas Sarmi terus gencar melakukan upaya pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat melalui program Puskesmas Keliling (Pusling). Kali ini, tim medis menyambangi Kampung Sawar dengan membawa layanan kesehatan sekaligus membagikan kelambu kepada warga. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang antusias hadir untuk memeriksakan kesehatan mereka Sabtu 20/09/2025.

Kepala Puskesmas Sarmi dr. Gabriel. G. Ginting mengatakan, kegiatan pusling menjadi bagian penting dalam mendekatkan akses kesehatan ke masyarakat di kampung-kampung. Selain pemeriksaan kesehatan, tim juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit menular. “Kami ingin masyarakat tidak hanya berobat, tapi juga paham bagaimana cara mencegah penyakit sejak dini,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, tim juga membagikan kelambu kepada warga Kampung Sawar sebagai upaya pencegahan penyakit malaria. Pemberian kelambu diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Warga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah melalui Puskesmas Sarmi yang terus hadir memberikan dukungan kesehatan.

Kepala Puskesmas Sarmi mengatakan, kegiatan pusling menjadi bagian penting dalam mendekatkan akses kesehatan ke masyarakat di kampung-kampung. Selain pemeriksaan kesehatan, tim juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit menular. “Kami ingin masyarakat tidak hanya berobat, tapi juga paham bagaimana cara mencegah penyakit sejak dini,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, tim juga membagikan kelambu kepada warga Kampung Sawar sebagai upaya pencegahan penyakit malaria. Kelambu ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Warga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah melalui Puskesmas Sarmi yang terus hadir memberikan dukungan kesehatan.

Dengan kegiatan tersebut, Puskesmas Sarmi berharap angka kesakitan akibat malaria maupun penyakit lain dapat ditekan. Kehadiran pusling juga menjadi bukti komitmen tenaga medis dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah pun tetap komitmen untuk terus mendukung program kesehatan berbasis masyarakat.(*)by Vicky Ambani

Pemerintah dan Gereja Peduli Lingkungan, Dukung World Cleanup Day 2025

0

Diskominfo Sarmi—Dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025, Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Sarmi Barat melaksanakan aksi nyata peduli lingkungan, pada Sabtu, 20/9/2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye global aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di berbagai belahan dunia, termasuk wilaya Kabupaten Sarmi.

Kepala DLH Sarmi, Hengky K. Baransano, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan WCD di Kabupaten Sarmi melibatkan berbagai komponen masyarakat, mulai dari lingkungan rumah masing-masing, kantor, toko, hingga bengkel. Respon dari GKI Klasis Sarmi Barat yang tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih, tetapi juga menyelenggarakan seminar lingkungan serta penanaman pohon.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh GKI Klasis Sarmi Barat itu, sekaligus dalam rangka mendukung Bulan Bina Keluarga pada September 2025. Dalam pelaksanaannya, Badan Pekerja Klasis melibatkan Persekutuan Anak Muda (PAM) dari seluruh jemaat di bawah naungan GKI Klasis Sarmi Barat dengan mengusung tema “Pemuda & Anak Ramah Lingkungan.”

Penanaman pohon dilakukan serentak pada Sabtu, 20 September 2025 di empat titik strategis yang mewakili lingkungan pulau, tengah, timur, dan timur jauh di Sarmi. Adapun lokasi penanaman antara lain: Jemaat GKI Parakletos Pulau Liki, Jemaat GKI Getsemani Kasukwe, Jemaat GKI Pengharapan Bagaiserwar 2, dan Jemaat GKI Betlehem Sewan.

Sebanyak 850 bibit pohon dibagikan dan ditanam pada kegiatan tersebut. Jenis bibit yang ditanam terdiri dari Pucuk Merah (170 pohon), Cemara Gunung (170 pohon), Ketapang Pantai (170 pohon), Pinang (170 pohon), dan Durian (170 pohon). Bibit-bibit ini merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarmi.

Pdt. Billy Maniagasi yang menjadi koordinator kegiatan dari pihak GKI Klasis Sarmi Barat lingkungan timur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen gereja untuk menanamkan nilai cinta lingkungan kepada generasi muda. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin gereja di masa mendatang.

“Menanam pohon adalah investasi masa depan. Kami ingin anak-anak dan pemuda gereja belajar mencintai alam sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga jemaat dan masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Sarmi pun mengapresiasi keterlibatan aktif gereja dalam mendukung program-program pelestarian lingkungan yang selaras dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.(*)by esris

Anggota DPRK Otsus Ones Filep Tiris: Harapan Transportasi Merata hingga Kampung-kampung

0

Diskominfo Sarmi—Dalam momen upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional 2025, yang digelar di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) jalur Otonomi Khusus (Otsus), Ones Filep Tiris, turut hadir mewakili kultur adat dari lima suku besar yang ada di Kabupaten Sarmi.

Dalam keteranganya, Ones Filep Tiris menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Perhubungan kepada seluruh jajaran Perhubungan dan masyarakat pengguna transportasi di Sarmi. Ia berharap momentum ini menjadi penguat semangat untuk terus memajukan sektor perhubungan di daerah pesisir dan kepulauan tersebut.

“Saya ucapkan selamat Hari Perhubungan 2025. Semoga Kabupaten Sarmi terus maju di bidang transportasi, baik darat, laut, maupun udara, demi kelancaran akses masyarakat di seluruh wilayah,” ungkapnya kepada media, Rabu, 17/9/2025.

Politisi jalur Otsus ini juga menyoroti pentingnya pembangunan dan pemerataan akses transportasi hingga ke kampung-kampung. Ia menegaskan bahwa kehadiran transportasi sangat vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi mama-mama Papua yang menjual hasil kebun di pasar.

“Ke depan, saya berharap semua kampung sudah bisa dijangkau transportasi. Supaya mama-mama yang berjualan bisa dengan mudah bawa hasil panen ke pasar tanpa harus menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki,” katanya.

Menurut Ones, peningkatan transportasi di kampung akan berdampak besar pada kesejahteraan masyarakat adat, membuka peluang ekonomi baru, serta mempercepat distribusi barang dan jasa yang dibutuhkan di pelosok-pelosok Sarmi.

Ia juga mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, DPRK, dan instansi teknis, untuk bergandengan tangan menyusun kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat di lapisan bawah, termasuk dalam hal pengadaan armada transportasi desa.

Dengan semangat Hari Perhubungan 2025, Ones Filep Tiris berharap Kabupaten Sarmi bisa menjadi contoh wilayah pesisir yang berhasil membangun sistem transportasi yang inklusif, merata, dan berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat adat.(*)by esris

Pemkab Sarmi Matangkan Penerapan Area Wajib Lunas PKB Mulai 22 September 2025

0

Diskominfo Sarmi–Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Sarmi terkait penerapan Area Wajib Lunas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pemerintah Kabupaten Sarmi menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Jumat (19/9/2025), bertempat di ruang rapat Inspektorat Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sarmi, Eduard Dimomonmau, ST, dan turut dihadiri oleh Asisten II Sekda Bidang Ekonomi, Flino Baransano, Inspektur, Irbansus, Sekretaris Samsat Sarmi, perwakilan dari Kasat Lantas Polres Sarmi, unsur Bapenda, Satpol PP, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Sarmi selaku sekretaris rapat.

Pertemuan ini membahas kesiapan teknis dan koordinasi lintas instansi menjelang pemberlakuan kebijakan area wajib lunas PKB yang akan dimulai pada Senin, 22 September 2025. Lokasi penerapan awal akan difokuskan di area perkantoran Pemda Sarmi, yakni pada akses masuk ke Kantor Bupati dan DPRK Sarmi.

Setiap kendaraan, baik dinas maupun pribadi, yang akan masuk ke area perkantoran diwajibkan menunjukkan bukti pelunasan PKB kepada petugas portal. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Integrasi Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) dan Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mewakili Bupati Sarmi, Sekda Eduard mengatakan bahwa, tujuan dari kebijakan ini bukan semata-mata penegakan aturan, tetapi sebagai upaya meningkatkan kesadaran pajak masyarakat serta memperbaiki sistem pendapatan daerah dari sektor kendaraan bermotor.

Peserta rapat sepakat bahwa sosialisasi intensif kepada masyarakat dan ASN harus dilakukan secara masif sebelum pelaksanaan. Termasuk menyiapkan pos pelayanan Samsat dan SIM Keliling di titik-titik pemeriksaan.

Diharapkan seluruh OPD, ASN, dan masyarakat umum dapat mendukung kebijakan ini demi mendorong transparansi dan optimalisasi PAD. Pemerintah juga membuka ruang konsultasi dan layanan khusus bagi masyarakat yang ingin melakukan pelunasan pajak kendaraan.

Dengan koordinasi lintas sektor yang solid, Pemkab Sarmi optimistis pelaksanaan Area Wajib Lunas PKB akan berjalan tertib dan menjadi langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan berintegritas.(*)by Esris