Wabub Sarmi Menyerahkan Kendaran Bus ke Pihak Damri

0
377

Sarmi, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Sarmi menyerahkan 18 unit kendaraan bus kepada Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI). Penandatanganan serah terima kendaraan tersebut dilaksanakan di halaman Badan Kepegawaian Pelalatihan Aparatur (BKPLA) Kabupaten sarmi usai apel pagi dilaksanakan.

Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Sarmi Yosina T Insyaf, SE, MM, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sarmi A, Twenty, SE, serta General Manager Perum Damri Kabupaten Sarmi, A. Supriyadi, S.Sos, M.AP disaksikan oleh Bupati Sarmi, Drs. E. Fonataba, MM,  Staf Ahli Bupati, Kepala OPD dan seluruh peserta apel, Senin (6/11) pagi.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Andi Twenty, akses transportasi selama ini masih menjadi salah satu persoalan yang sering dihadapi masyarakat.

“Untuk itu, pemerintah Kabupaten Sarmi terus berupaya membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur di bidang transportasi, demi meningkatkan daya ekonomi  masyarakat dan pendidikan anak anak kita menjadi lebih baik,” urainya.

Dikatakan, sekarang masyarakat tidak usah kuatir lagi, karena sudah ada bus yang masuk sampai ke kampung-kampung dan para pelajar yang akan pergi dan pulang sekolah sudah tidak susah lagi.

Di kesempatan yang sama general manager Damri Cabang Sarmi A.Supriyadi menjelaskan,  bus ini akan digunakan sesuai dengan trayek yang sudah disiapkan, yaitu dari Sarmi-Taronta, Sarmi-Ansudu, Sarmi-Takar-Nengke, Sarmi-Betaf, Sarmi-Burutin km 5, Sarmi-Bonggo, Sarmi-Konderja dan Sarmi-Wapoania.

Supriyadi berharap, dengan adanya bus-bus tersebut dapat memberikan pelayanan yang maksimal dalam melayani masyarakat sampai di kampung-kampung, sehingga secara tidak langsung dapat membantu dan mengangkat tingkat perekonomian masyarakat yang akan menjual hasil kebunnya.

“Sebab untuk saat ini, hanya bus Damri pilihan masyrakat yang paling faforit, sebab  disamping murah, juga penumpang merasa aman, nyaman dan yang paling penting adalah selamat sampai ditempat tujuan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sarmi Yosina T. Insyaf berpesan kepada pihak Damri bahwa khusus untuk hari Minggu kendaraan  Damri dilarang beroperasi selama jam ibadah, sebab masyarakat di kampung-kampung tidak lagi fokus ke ibadah, tetapi malah menunggu bus yang akan berangkat.

Karena itu, jelasnya, bus-bus boleh beroperasi di atas jam 12 siang atau setelah selesai ibadah. (SDR/Kus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here