Tidak Puas Dengan Honornya, Anggota KPPS Distrik Apawer Demo di KPU

0
196

Sejumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dari Distrik Apawer Hulu melakukan aksi Demo di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sarmi.

Aksi tersebut dilakukan karena upah yang mereka terima dari KPU Sarmi tidak sebandingan  dengan resiko yang dihadapi dilapangan.

Menurut salah satu anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Apawer Hulu, Yosep Emar, bahwa aktifitas pemilu di 10 TPS pada 10 Kampung dilakukan dengan menempuh jalan setapak lebih dari 5 Km, ditambah lagi medan yang sangat sulit sambil membawa logistik pemilu jelasnya.

“Siapapun dia jika menempuh jarak seperti ini pasti merasa kecewa jika imbalan kerja tidak sebanding  dengan tuntutan pekerjaan, untuk itu kami datang minta KPU menambah upah” tegas Yoseb.

Menanggapi aksi itu, Kepala Sub Bagian Keuangan dan Logistik, Lusiana Kopong, menjelaskan, bahwa semua angaran berupa dana trasportasi maupun upah kerja dilakukan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Komisi Pemilihan Umum dan telah diserahkan sebelum hari pencoblosan 17 April.

Pemilu kali ini secara serentak, maka alokasi anggaran APBN dan nilainya dibagi sama rata seluruh indonesia”, Jelasnya.

“Jadi sudah ditentukan bahwa upah setiap petugas sebesar Rp 500,000, ditambah dana hibah pemeritah daerah sarmi Rp 300,000. Itupun saya sudah serahkan semuanya, dan saat ini kas sudah nihil” ungkap Lusiana di aula KPU, Jumat (3/5).

Walau demikian lanjutnya, anggota KPPS dapat menyusun tuntutannya secara resmi dalam sebuah surat, kemudian melalui ketua PPD dan koodinator wilayah dapat diusulkan kepada komisioner KPU untuk diajukan ke pemerintah daerah agar diupayakan angaran dimaksud berdadarkan mekanisme yang ada.

Menanggapi penjelasan tersebut, Yoseb kembali menegaskan, seharusnya KPU Sarmi sebagai penyelenggara paling tidak sudah ada bayangan tentang kondisi alam disarmi, sehingga pembayaran honornya tidak disamaratakan, melainkan dibayarkan  berdasarkan tingkat kesulitan dilapangan, kalo semua nilainya sama, mending kami pilih yang didalam kota saja, tidak perlu jalan kaki pikul barang, tegas Yoseb. (SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here