Terdampak Corona, Nasabah KUR di Sarmi Dapat Mengusulkan Penundaan Kredit ke Bank

0
204

Sarmi – Kepala Departemen Pemasaran, Kredit Dana dan Jasa, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua Cabang Sarmi, Daniel Andy Luli, mengatakan, bahwa penerapan penundaan angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat disesuaikan dengan seberapa besar pengaruh pendemi corona virus terhadap usaha para nasabah.

“Ada beberapa syarat dalam penundaan tersebut, salah satunya dilihat dari lancar tidaknya nasabah melakukan angsuran kredit berdasarkan ketentuan, sebelum dan sesudah wabah covid-19”

“Jika sebelumnya nasabah tertentu rajin menyetor tepat waktu, lantas terjadi penurunan secara signifikan maka, bisa dipastikan itu karena pengaruh covid19. Akibatnya penghasilan usaha tidak mencukupi angsuran kredit sehingga perlu dikenakan penundaan. Sedangkan nasabah yang memang awalnya suka menunggak, diharuskan melanjutkan angsuran kreditnya seperti biasa tanpa penundaan” ujar Daniel diruang kerjanya, Senin, (5/5).

Daniel menyebutkan, bahwa penundaan angsuran kredit hanya diperuntukkan bagi para kreditur usaha produktif diantaranya, usaha mikro kecil dan menengah serta sejenisnya. Tidak termasuk kredit konsumtif dan kredit pegawai negeri sipil (PNS), sebab memperoleh gaji setiap bulan secara permanen.

Jangka waktu pemberlakuan kebijakan penundaan angsuran kredit lanjutnya, mengikuti perkembangan wabah virus corona “ketika pendemi ini selesai maka, semua angsuran kredit akan menormalkan kembali” tandasnya.

Pernyataan senada di ungkapkan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Sarmi, Helpy Yulita Sibuah. Pemimpin wanita ini menjelaskan, bahwa proses penerapan penundaan angsuran kredit harus melalui prosedur. Dimana para nasabah diwajibkan mengajukan permohonan.

“Kami di bank BNI ada beberapa prosedur terkait kebijakan penundaan angsuran kredit, akibat pengaruh corona virus. Prinsipnya kami memberikan kesempatan kepada para kreditur untuk mengajukan permohonan penundaan berdasarkan tingkat kesulitan yang dihadapi”

Jika kemungkinan penghasilan usaha mengalami penurunan dikarenakan pendemi covid-19 maka permohonan tersebut akan dilanjutkan ke kantor pusat untuk dipertimbangkan dalam mengeluarkan persetujuan penundaan” kata Helmy.

Dalam pengusulan permohonan penundaan angsuran kredit sahut Helmy, para nasabah harus menguraikan fakta dan data yang memang secara nyata dihadapi, agar persetujuan yang nantinya diterbitkan benar – benar bermanfaat.SDR/PIUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here