SARMI AMAN PASCA GEMPA 5,7 SR

0
421

Paskah gempa yg mengguncang kabupaten sarmi beberapa waktu lalu, membuat pemerintah dan warga masyarakat resah, pasalnya bukan karna efek dari gempa tersebut, melainkan informasi dari beberapa media baik cetak maupun elektronik yg menyebutkan bahwa efek gempa di kabupaten sarmi menyebabkan 118 rumah rusak parah dan 3 orang luka berat.

“Kami sudah melakukan pengecekan dilapangan dan semuanya baik baik saja”, jelas Bupati Sarmi, Drs. E. Fonataba, MM.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menggelar pertemuan terbatas dengan beberapa instansi teknis di aula kantor bupati kota baru petam (16/6).

Dalam pertemuan yang di hadiri oleh Kepala BPPD Yan Luwunanung, Kepala Dinas Sosial, Benny Wafumilena, Kepala Stasiun Meteorologi, Yosep Waromi dan Kepala Pos SAR Kabupaten Sarmi, Eko Arif, tersebut Fonataba menyesalkan pernyataan yg dilontarkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat keterangan tertulisnya, melalui media detik.com Jumat (15/6/2018) bahwa disarmi terjadi kerusakan parah akibat gempa.

Sebaiknya media online, cetak dan elektronik juga jangan terlalu gegabah dalam menyampaikan informasi, kalo sumbernya jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan ya silahkan di informasikan, tetapi kalo sumbernya tidak jelas, ya jangan ikut-ikutan menyebarkan berita hoax ujar bupati Sarmi.

Sementara itu Staf Ahli Bidang politik, hukum dan pembinaan masyarakat Jhon W. Palege, S.Kom menjelaskan bahwa media yang ada saat ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif supaya tidak hanya mampu menerbitkan berita berita hoax.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pers sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pembangunan, termasuk Media online berperan penting sebagai agen perubahan dan pembaruan memperkenalkan moderenisasi bagi masyarakat. tetapi harus jelas sumbernya, katanya.

Apalagi untuk media daring (online), yang kalau sampai menunda penerbitan ‘kabar seru’ semacam ini bisa bikin mereka kehilangan momentum untuk jadi rujukan pembaca, katanya lagi

Sebetulnya tak ada salahnya, dan bahkan penting dilakukan kalau memang berita itu mesti cepat diketahui publik. Persoalannya, seringkali ada satu hal penting yang kerap dilewatkan jika sudah terburu waktu seperti ini yaitu mengabaikan dulu konfirmasi dari subjek terkait.

Sebelumnya diberitakan gempa 5,7 SR itu terjadi pada hari ini, Jumat (15/6/2018) pukul 10.07 WIT, Lokasi gempa ada di koordinat 1,97 lintang selatan (LS) dan 138,93 bujur timur (BT).

Pusat gempa berada di 63 km arah barat laut Sarmi pada kedalaman 10 km. (SDR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here