Ribuan Umat Kristen di Sarmi Rayakan 165 Tahun PI di Tanah Papua.

0
97

Segenap umat nasrani dari berbagai denominasi gereja di Sarmi, merayakan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (PI) di tanah Papua genap usia 165 tahun.

Perayaan tersebut diselenggarakan dalam bentuk ibadah syukuran di pantai wisata Kampung Tanjung Batu, Rabu, (5/2).

Hadir pada ibadah padang itu, Bupati Sarmi, Drs E. Fonataba.MM, Plt Sekda Drs Flavius Yaas, para Asisten, serta pimpinan OPD, Wakapolres, Kompol Marthin Koagouw, bahkan lokasi penyelenggaraan hari keramat kristiani kali ini dipenuhi umat dari berbagai suku bangsa yang menetap di daerah ini.

Ketua Klasis Sarmi Selatan, Pendeta Yermias Mofu,SSi.Teo, mengatakan, tepat tanggal 5 Februari, seluruh bumi papua melakukan  pujian dan  penyembahan kepada Tuhan, oleh karena kasih dan anugerah-Nya papua hari ini berada pada zaman terang.

“Siapa pun kita yang mendiami tanah Papua patut menaikkan pujian syukur kepada Sang Halik Pencipta, karena Berkat pemberitaan Injil Tuhanlah yang menuntun hidup setiap pribadi hingga mencapai usia 165 tahun” ungkap Mofu.

Kasih Tuhan bagi bangsa Papua kata Mofu sangat besar, hingga mengutus kedua hamba, Carl Willem Ottow dan Johnn Gotlob Geissler, mengarungi samudera luas dari negeri Jerman, 1855 tahun silam.

“Tugas mereka adalah memperkenalkan Injil Kristus sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan, demi menarik orang Papua dari dalam gelap menuju terang”

Namun menjadi pertanyaan, apakah zaman terang dewasa ini semua umat kristen bertobat secara total? Ataukah sebagian dari kita masih mempertahankan tabiat kegelapan. Rajin beribadah namun memiliki ilmu – ilmu sihir, santet, setan dan pengaruh roh iblis lainnya” tegas Pendeta Mofu.

Menurutnya, orang kristen sepatutnya menghargai perjuangan, pengorbanan para hamba Tuhan yang bersusah payah membuka serta memberitakan kebenaran Firman Tuhan, agar memperoleh keselamatan dunia dan akhirat nanti.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Bupati  Fonataba mengajak  umat nasrani penghuni tanah Sarmi untuk semakin mendekatkan diri kepada  pemilik hidup Kristus Yesus, serta meninggalkan perilaku jahat.

“Seluruh hidup manusia tergantung sepenuhnya dalam tangan Tuhan. Seorang pun tidak dapat bertahan ketika mengandalkan kekuatan sendiri”

Injil datang agar manusia hidup dalam kebenaran, dengan demikian kita yang telah menerima terang Kristus harus berjalan seturut kehendak Firmannya” ujar Fonataba. (PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here