Rapid Tes di Anggap Tidak Memadai, Tim Medis didorong Lakukan Tindakan Swab

0
103

“Selama ini diterapkan rapid test (pemeriksaan Cepat) dengan hasil yang tidak pasti pada sejumlah pasien, setelah dirujuk ke jayapura ternyata positif corona virus. Itu terbukti dari beberapa kasus belakangan ini”

Oleh sebab itu selaku tenaga medis yang bergerak digarda depan penanggulangan wabah Covid-19, kita juga mesti melakukan tindakan pemeriksaan berbasis swab, untuk menentukan terpapar tidaknya setiap pasien yang sudah di identifikasi” ungkap Plh. Dinas Kesehatan Sarmi, Welem Burdam, kepada para kepala puskesmas, di pelataran puskesmas sarmi, Kamis, (24/9)

Pelaksana Harian yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Welem Burdam, menyebutkan, bahwa tiga kasus yang menimpa tenaga medis Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas sarmi, lantaran tidak waspada terhadap kondisi pasien yang sedang ditangani.

“Tiga pasien, salah satunya positif, sedangkan dua lagi dalam tahap isolasi mandiri”

Untuk mengantisipasi mewabahnya virus, kita harus bertindak preventif dengan mengunjungi sekaligus mengadakan pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga, bahkan menelusuri riwayat pasien demi mengidentifikasi siapa saja yang telah kontak fisik” katanya.

Pernyataan tersebut bukan omongan kosong belaka. Pasalnya, para pembela corona virus yang memang sudah dilatih sebagai tenaga analisis, langsung mengelar pemeriksaan berbasis swab terhadap sejumlah masyarakat. Baik anggota Polsek sarmi, perawat unit gawat darurat, serta masyarakat umum.

Koordinator tim pemeriksaan swab, Dokter Hadiana, mengemukakan langkah – langkah teknis pemeriksaan yang berpusat pada lidah dan tenggorokan, mengunakan semacam tusukan plastik dililit kapas. Hasil dahak pada lidah dan tenggorokan kemudian dimasukkan kedalam wadah botol untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Hasil pemeriksaan nantinya diberitahukan via telepon atau dapat dipanggil langsung jika terindikasi virus.

“Melalui swab ini, diharapkan kedepan upaya pemeriksaan dapat diperketat, demi deteksi dini pendemi corona virus, disamping terus menjalankan protokol kesehatan”

Kami menghimbau kepada masyarakat sarmi agar tidak panik secara berlebihan, karena hal itu dapat berpengaruh terhadap imun atau menurunnya sistem kekebalan tubuh serta mudah diserang berbagai penyakit terlebih virus korona” ucap Hadiana.

Menurutnya, setiap puskesmas nantinya berpatokan pada satu standar operasional pelayanan (SOP). Baik pemeriksaan, identifikasi, isolasi mandiri, pemberian obat, hingga rujukan pasien untuk penanganan lebih lanjut. (SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here