Pemda Wacanakan Tutup Arus Transportasi Masuk – Keluar Sarmi

0
318

Bupati Sarmi Drs E. Fonataba.MM, pada rapat evaluasi Gugusan Tugas Penanggulangan Covid-19, akhirnya menyetujui usulan penutupan semua akses transportasi baik masuk maupun keluar sarmi, selama dua minggu kedepan.

Keputusan tersebut terpaksa diambil dalam mengantisipasi kemungkinan masuknya oknum terinfeksi corona virus yang dikhawatirkan, membawa musibah bagi masyarakat sarmi.

“Saya akan tanda – tangani surat edaran perihal penutupan arus transportasi masuk maupun keluar sarmi, namun perlu alsan yang kuat, sehingga tidak menimbulkan  multi tafsir pihak lain, apa lagi pemerintah pusat. Meskipun dilakukan untuk mencegah penyebaran corona virus” uangkap Bupati Fonataba, di Kantor BPBD, Jumat, (3/4).

Menanggapi pernyataan itu, Juru Bicara  Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sarmi dr. Yohann .A.H. Tokoro, mengajukan beberapa alasan sebagai dasar dalam menguatkan upaya penutupan sarana trasportasi diantaranya, rumah sakit, alat pelindung, serta fasilitas medis sangat terbatas.

“Oleh karena itu, saat ini kita sedang mununggu surat edaran dari Bupati Sarmi tentang penutupan akses masuk dari jayapura ke sarmi maupun yang keluar dari sarmi ke jayapura, Kalau Suratnya sudah di tandatangani maka segera langsung akan ditindaklanjuti”, jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk menjaga sarmi tetap aman dari covid-19,  salah satunya harus menutup akses transportasi disesuaikan dengan edaran gubernur papua selama 14 hari kedepan. Dengan alasan bahwa sarana penunjang penanggulangan penularan virus corona sangat terbatas” jelas Yohann.

Kami dan gugus tugas penanggulangan covid-19 bekerja sama dengan koramil, polsek, distrik dan puskesmas, langsung mengadakan pemeriksaan secara ketat. Namun kekurangan alat mengakibatkan penumpukan kendaraan dan penumpang, yang tidak efektif, sebab itu, menurut kami sebaiknya sarana transportasi dihentikan sementara” sahut Tokoro.

Wacana tersebut diapresiasi Staf Ahli Bupati Bidang Politik Hukum dan Pembinaan Masyarakat, Merangkap Ketua RAPI Sarmi, Yohanes .W. Palege, S.Kom. Menurut dia, sebaiknya akses pergi dan pulang sarmi dihentikan, sehingga petugas kesehatan fokus kepada masyarakat.

“Selain Bahan Bakar Minyak (BBM), Sembako dan emergensi, semua akses transportasi harus ditutup selama dua minggu kedepan” ungkap Jhon Palege.

Corona virus lanjutnya, merupakan wabah  mematikan yang perlu disikapi secara bijak, apa lagi menyangkut keselamatan masyarakat didaerah ini. Dengan demikian, untuk meredam kepanikan masyarakat, pemerintah perlu mengambil kebijakan yang tepat, selain edukasi hidup sehat selaras dengan anjuran para medis, penutupan jalur transportasi juga sangat membantu.(SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here