MEMBANGUN TRADISI BARU BIROKRASI PEMERINTAHAN KABUPATEN SARMI

0
580
Apel bersama semua unit penyelenggara pelayanan publik di kabupaten sarmi.

Dekat dengan aparatur penyelenggara pelayanan pemerintahan, dapat dikatakan demikian untuk menggambarkan sebuah tradisi membangun hubungan dengan semua pemangku kepentingan pelayanan publik di Kabupaten Sarmi.

Sejak dikukuhkan sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sarmi, apel pagi setiap senin pagi dilanjutkan arahan ruangan oleh Bupati dan Wakil Bupati dijadikan sarana dekat dengan ASN pemda Sarmi, jenjang jabata Pimpinan Tinggi Pratama, jabatan Administrasi, jabatan fungsional dan PPPK (pegawai honorer)

Apel pagi setiap Senin dijadikan kesempatan berharga untuk mengarahkan ASN, ujung tombak abdi negara kabupaten Sarmi.

Bupati E. Fonataba menegaskan hal tersebut dalam apel pagi Senin, 16 Juli 2018 yang dihadiri tidak hanya OPD pemda tetapi juga dihadiri instansi vertikal di kabupaten sarmi, bahwa kelemahan pemerintahan adalah ketidakmampuan pemimpin mengarahkan bawahan.

Yang membedakan setiap unit pemerintahan adalah tugas pokoknya, tetapi fungsi setiap organisasi sama, karena merupakan fungsi manajemen, perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian atau pengawasan. Fungsi terakhir ini yang kurang pada kita kata Bupati yang pernah memimpin Kabupaten Sarmi 2005-2010 dengan sejumlah reputasi yang mengharumkan negeri tanah tabi ini.

Untuk bisa mengendalikan dilakukan dengan mengarahkan, kita sebagai pemimpin harus punya kemampuan itu, jangan menganggap yang dipimpin sudah tahu, ini akan menjadi celah bagi ketidakberhasilan.

Tradisi baru birokrasi yang sedang disentuh Bupati Sarmi saat ini adalah menerapkan fungsi kepala daerah sebagai kepala pemerintahan daerah.

Keterlibatan Unit Organisasi Desentralisasi (instansi vertikal) dalam apel setiap Senin adalah wujud dari implementasi Psl 9, Psl.25 ayat 1 huruf e, huruf g, ayat 2 dan ayat 3 UU no 23 Tahun 2014 tentang Pemeintahan Daerah

Diharapkan unit organisasi vertikal lainnya juga yang bergerak dibidang keuangan dan moneter dapat memahami kewenangan sebagai kepala pemerintahan daerah yang dimiliki seorang Bupati dan Wakil Bupati dengan demikian tidak ada sekat penghalang kebersamaan semua unit pemerintahan bersinerji mewujudkan Sarmi Mandiri dan bermartabat.

Terhitung mulai Senin 16 Juli 2018 apel pagi dimulai dengan barisan diatur berdasarkan instansi / OPD

Apel pagi dimulai dengan 151 orang, pada akhir apel semua ASN yang hadir sebanyak 333 orang, ungkap Komandan Satpol PP, D. Werinussa, S.Sos sebagai komandan apel senin pagi yang bersama Bupati langaung melaksanakan penghitungan ulang peserta apel diakhir apel.

Jumlah ini sudah termasuk sejumlah ASN Kementerian Agama Kabupaten Sarmi yang juga hadir bersama kepala Kantor Kementerian Agama, juga hadir Kepala BMKG kab.Sarmi.

Tradisi baru sedang menunjukan perubahan dan pertanda baik bagi Sarmi.

(penulis : b.w)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here