MASYARAKAT SARMI: USUT TUNTAS KASUS PERSEKUSI DAN RASISME TERHADAP ORANG PAPUA.

0
227
Aksi Long Mars Masyarakat sarmi menolak persekekusi dan rasisme terhadap orang Papua

Masyarakat Sarmi mendesak Pemerintah Pusat agar segera mengusut tuntas oknum yang melakukan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur jelang hari Kemerdekaan Indonesia ke-74.

Aksi masa yang turun ke jalan dan melakukan long mars menuju kantor DPRD di kotabaru petam berlangsung aman dan damai, dibawah pengawalan ketat dari TNI dan Polri, Jumat (23/8)

Jumat Pagi hingga siang Kota Sarmi sepi tidak seperti biasanya padat dan ramai. Kawasan pertokoan sepanjang Sarmi kota sampai ke kuma pasar sentral yang biasanya ramai terlihat sepi dan hampir semua  toko tutup.

Arus lalu-lintas pun sepi karena sejumlah ruas jalan terlebih khusus jalan utama dari Sarmi kota menujur kantor DPRD di kota baru petam diblokade oleh warga masyarakat Sarmi yang melakukan long mars sambil berteriak “Kami Bukan Monyet”.

Menurut Leon Buney aksi hari ini adalah merupakan solidaritas aksi menolak rasisme yang ditujukan ke orang papua dan merupakan bentuk kekecewaan masyarakat papua khusus rakyat sarmi terhadap insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu.

Wakil Rakyat A. Niniwen saat menerima pendemo di halaman kantor DPRD Sarmi, Jumat (23/8)

“hari ini ada empat tuntutan yang harus diteruskan ke pemerintah pusat diantaranya, usut tuntas pelaku penyebutan papua muka monyet, bangsa indonesia stop mengatakan kami monyet, membuktikan isu terkait pembuangan bendera merah putih, dan mendesak pemerintah daerah serta DPRD Sarmi membentuk tim untuk memastikan keamanan, kenyamanan para pelajar dan mahasiswa asal sarmi yang sementara menuntut ilmu diluar papua” tegas penanggungjawab demo, Leon Buney di pelataran kantor DPRD,

Sementara itu para wakil rakyat mengapresiasi unjukrasa tersebut seraya menyatakan dapat meneruskan aspirasi ketingkat pusat.

“Kejadian ini merupakan masalah bangsa dan menurut rencananya, bapak Presiden dalam waktu dekat akan bertemu gubernur papua dan Papua Barat untuk membicarakan hal itu” jelas Albert Ninewen, S,Sos.

“Kami juga dapat berkoordinasi dengan pihak eksekutif dalam pembentukan tim yang selanjutnya bertugas memastikan situasi dan kondisi para pelajar dan mahasiswa” tambahnya.

Setelah menyampaikan aspirasi dan mendapatkan pernyataan dari wakil rakyat sarmi, masapun  membubarkan diri.

Aksi demo damai yang dilakukan masyarakat papua sebagai kekecewaan terhadap insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu, berlangsung di beberapa kota di Papua, termasuk di ibu kota Jayapura yang dilaksanakan Senin (19/8). Kemudian Selasa (20/8) dilanjutkan dilaksanakan di beberapa kota di antaranya Merauke, Biak, Serui dan Nabire. Sedangkan Rabu (21/8) aksi demo berlangsung di Timika dan Jumat (23/8) berlangsung di Sarmi dengan aman dan damai. (SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here