Masyarakat Keluhkan Kualitas Pembangunan Infrastruktur Rumah dan Jembatan

0
172

Sarmi – Bupati Sarmi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kegiatan masyarakat Sekretariat Daerah, Maikel A Suruan,S,Sos, pada acara Fasilitasi dan uji sertifikasi kompetensi tenaga kerja kontruksi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua kerja sama dengan Balai Jasa Kontruksi Wilayah Jayapura dan Gapensi Cabang Sarmi, menegaskan keluhan masyarakat menyangkut mutu dan kualitas pembangunan didaerah ini.

“Ada sejumlah masyarakat penerima manfaat, menyatakan keluhan kepada pemerintah menyangkut hasil kerja yang dipercayakan bagi para kontraktor”

Ini kenyataan, bahwa terdapat sejumlah kontraktor melaksanakan proyek diluar ketentuan, jadinya hasil kurang memuaskan” ungkap Maikel, di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Senin, (27/11).

Ini disebabkan karena,tingkat pengetahuan para kontraktor masih kurang. Dengan demikian butuh bimbingan serta pelatihan dari lembaga terkait demi peningkatan Sumber daya manusia para kontraktor lokal.

Kepala Bidang Pengendalian Teknik dan pengembangan kontruksi Dinas PU dan PR Provinsi Papua, Benyamin Batosau,ST, menyebutkan masalah yang sama terjadi diseluruh tanah papua.

“Memang masalah minimnya pengalaman serta pengetahuan pekerja kontruksi secara umum di Papua, boleh dibilang masih minim.  Bisa dibuktikan dari berbagai hasil kerja, kualitas sangat rendah” jelas Benyamin.

Hal itu mendorong pihaknya giat melakukan pembinaan teknis bagi insan kontraktor. Sacara khusus di Sarmi lanjut Benyamin, pelatihan terfokus pada Tukang, Mandor dan Pelaksana.

“Kami bersama Balai Jasa Kontruksi (BJK), selama dua hari akan melakukan pendampingan terhadap para tukang, mandor serta pelaksana, tentang bagaimana mengerjakan suatu kontruksi secara baik hingga mencapai mutu dan kualitas baik pula” tambah Benyamin.

Sedangkan Ketua Asosiasi Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) cabang Sarmi, Panus Ama, dalam keterangannya, selain mengapresiasi niat baik lembaga teknis membagi ilmu kepada bawahannya, meminta agar pengurusan dokumen perusahaan dipermudah.

“Gapensi Sarmi terdiri atas 386 anggota, namun hanya 20 perusahaan memenuhi syarat, sebagian besar dalam taraf melengkapi berkas. Terutama uji sertifikasi perusahaan” kata Panus.

Walau demikian dirinya berharap seluruh bawahannya mengikuti proses pelatihan dengan tekun demi peningkatan kualitas kerja kedepan. (PIUS/SDR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here