Masyarakat Keluhkan Keterbatasan Stok BBM di Sarmi

0
185

Masyarakat pemilik Kendaraan roda empat maupun roda dua disarmi keluhkan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama premium, yang dinilai sangat terbatas.

Kenyataan itu terungkap saat terjadi antrean panjang hanya untuk membeli BBM jenis bensin (premium) pada APMS milik PT Sarmi Indah Mandiri, Kampung Neidam, Rabu, (18/3).

Seperti pengakuan Otis Dawan, pemilik sepeda motor yang berprofesi sebagai pegawai honorer di kantor distrik pantai timur. Dia mengaku membutuhkan bahan bakar bensin sekitar empat liter setiap hari, pergi dan pulang kantor.

“Saya pikir semua aktifitas yang membutuhkan sarana transportasi, pasti memerlukan bahan bakar. Sedangkan kenyataan sekarang sepertinya sarmi selalu kekurangan stok BBM” pungkas Domingus.

Keluhan yang sama diutarakan Domingus Bers, seorang nelayan asal Kampung Sawar. Dia mengaku sering tidak melaut lantaran kekurangan bahan bakar minyak jenis bensin. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan setiap hari, terpaksa ia mendayung sampan secara manual, mengarungi lautan untuk memencing yang tentunya sangat melelahkan.

“Yah kalau ada bensin saya melaut mengunakan motor johnson, tapi kalau BBM tidak ada terpaksa mendayung saja, yang penting bisa makan ikan, selebihnya dapat dijual” jelas Dominggus.

Pengelola agen APMS, PT Sarmi Indah Mandiri, Muhammad Yusup Istofel, ketika dikonfirmasi terkait indikasi kelangkaan BBM mengatakan, bahwa persediaan stok Bahan Bakar Minyak oleh pertamina bagi daerah sarmi sangat cukup, bahkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sebenarnya persediaan BBM cukup, namun kapasitas media penampung yang masih minim, alias APMS hanya bisa muat 10.000.000 liter saja.

Sehingga kami siasati agar pegisian ulang stok dilakukan selang tiga hari, mengingat jarak jauh antara jayapura – sarmi. Itulah mengakibatkan minyak habis pada selang tiga hari tersebut, bukan kelangkaan BBM” jelas Yusuf.

Ketika ditanya soal peningkatan kapasitas volume dari APMS ke SPBU, kata Yusuf, Itu merupakan wewenang top manajer bersama pemerintah daerah sarmi yang perlu dikomunikasikan secara bersama untuk mendapat suatu kesepakatan.

“Urusan pengikatan volume BBM itu rananya pimpinan. Yang penting adalah masyarakat bersabar, sebab pasti akan dipenuhi kebutuhannya, walau persediaannya masih belum cukup. Harapan kita kedepan dapat berkembang lebih baik lagi” sahutnya. (SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here