Makan di Cafe dan Warung Makan akan dikenakan Pajak 10%

0
302

Sarmi – Seluruh cafe dan warung makan  yang menghidangkan minuman ataupun makanan, akan dikenakan pajak 10 persen dari setiap pengunjung yang datang.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah, Idris Hutabarat, SE mengatakan, pemungutan pajak cafe dan warkop masuk dalam kategori pajak restoran.

“Apapaun yang dijual dalam Cafe itu, entah itu minuman  atau makanan jenis apapun tetap ada pajaknya,” kata Idris kepada media center ini, Selasa (13/10/2019).

Namun dalam pemungutan pajak restoran itu, cenderung menemui kendala, yakni adanya cafe dan warung makan yang masih nakal dengan berbagai alasan. Padahal, dalam peraturan perundang-undangan, setiap cafe dan warung makan wajib pungut pajak dari konsumen yang datang untuk makan atau minum, kata Idris.

“Kami akan berikan teguran sampai tiga kali. Sampai tiga kali masih nakal juga, maka Bapenda tidak akan menerbitkan fiskal usahanya, jelasnya.

Untuk itu kedepan, kami akan mencoba menawarkan “self assessment System” agar lebih biar mudah. Karena nilai pajak yang dibebankan mengikuti naik turunnya omset per-bulan,” jelasnya.

Penetapan pajak melalui self assessment system ditetapkan oleh wajib pajak secara mandiri, yakni wajib pajak berperan aktif menghitung, membayar dan melaporkan besaran pajaknya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui sistem administrasi online yang sudah dibuat oleh pemerintah. (SDR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here