Jhon Palege Ajak Warga Kampung Kasukwe Beralih Ke Listrik Berbayar

0
188
Kepala Distrik Sarmi Selatan Alpius Syamor, S.IP (kiri), Staf Ahli Bupati Jhon Palege (tengah) Kepala Kampung Kasukwe Niklas Sapri (Kanan)

Staf Ahli Bupati Yohanis W. Palege, S.Kom mengatakan dalam waktu dekat ini, Pemda Sarmi akan menghibahkan aset pemda berupa mesin diesel untuk dikelola penuh oleh pihak PT. PLN, untuk itu, semua rumah yang ada dikampung kasukwe, Petam, Pemda II dan III termasuk kantor-kantor pemerintah akan beralih ke listrik berbayar.

Pernyataan tersebut disampaikan dibalai kampung saat memberikan penjelasan kepada masyarakat kampung kasukwe tentang listrik berbayar, yang juga sekaligus mewakili pihak PT. PLN yang berhalangan hadir. Kamis (30/1).

Menurutnya, selama 10 tahun ini penggunaan listrik bukan saja digunakan untuk perkantoran, tetapi listrik tersebut juga digunakan oleh masyarakat yang ada di sekitar kantor pemerintah. Jelas pria yang biasa disapa akrab Jhon Palege itu.

Lebih lanjut Jhon menjelaskan, Listrik Pemda selama dikelola oleh pihak ketiga, tetapi berdasarkan hasil audit oleh tim pemeriksa, ternyata tidak memenuhi syarat ijin operasional listrik, oleh karena itu supaya tertib administrasi maka pemerintah daerah akan menyerahkn asetnya kepada pihak yang memang layak secara teknis dan administrasi”,

“Dalam waktu dekat ini pihak PLN akan melakukan uji kelayakan mesin, kabel dan travo dari infrastrukur yang sudah ada, tentunya ketika itu dilakukan pasti akan terjadi pemadaman listrik baik diperkantoran maupun dirumah-rumah warga”, jelas Jhon Palege yang juga sebagai Ketua Satgas Renaksi KPK itu.

Menanggapi penjelasan tersebut salah satu tokoh pemuda kampung kasukwe Yohan Robert Mare mendukung program pemerintah karena menurutnya ini untuk menyelamatkan dana pemda dan berharap agar kepala kampung dan aparatnya segera untuk melakukan pendataan disetiap rumah, yang tujuannya agar dapat segera dipasangkan meteran listrik berbayar.

“ini kan baru penjelasan awal dari pemerintah, saya berharap setelah ini kepala kampung mengundang kami semua untuk bediskusi, baik itu soal pemasangan listrik baru maupun soal pembayaran listrik tiap bulannya, mengingat masyarakat dikampung ini sebagian tidak mempunyai penghasilan tetap”,jelas Yohan.

Sementara itu, Kepala Kampung Kasukwe, Niklas Sapri menjelaskan bahwa pihaknya sejak Desember 2019 telah melakukan pendatan tahap pertama sebanyak 50 unit rumah, nantinya akan dilakukan data kembali dan setelah itu baru akan diserahkan kepada pihak PLN.

“untuk soal pembayaran listrik, kami akan berdiskusi dengan masyarakat, sebab kami punya dana kampung, tapi apabila mau digunakan untuk bayar listrik harus lewat prosedur yang jelas, oleh karena itu kami tunggu saat musrembang kampung baru bisa diusulkan”, jelas Niklas.

Dikesempatan yang sama Kepala Disrtik Sarmi Selatan, Alpius Syarmor, S.IP berpesan kepada masyarakat kampung agar dapat mendukung program pemerintah.

“hari ini semua sudah sepakat untuk kita beralir ke listrik berbayar, soal bagaiamana pemasangannya sampai kepada pembayarannya itu akan didiskusikan dengan kepala kampung dan masyarakat, jangan berbuat sesuatu yang nantinya akan merugikan diri sendiri.  jelas Syamor.

Untuk itu pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah dan pihak PLN terkait penempatan loket pendaftaran meter berbayar, dirinya berharap agar penempatan loket harus berdekatan dengan masyarakat agar mudah untuk koordinasi baik secara teknis maupun administrasi. (SDR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here