Indispliner, Bupati Sarmi Bentuk TIM MPTPGR

0
199

Sarmi, InfoPublik – Bupati Sarmi, E. Fonataba, MM, menegaskan, pihaknya akan memberi sanksi tegas kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak disiplin dalam melaksanakan tugasnya  sebagai abdi negara dan pelayanan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam apel pagi bersama PNS di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Senin (22/1)

Menurutnya, sampai sekarang masih banyak PNS tak becus bekerja. Padahal para PNS tersebut telah digaji dan diberikan fasilitas oleh negara/daerah, ujar Bupati Sarmi.

Oleh karena itu, ia berharap lewat Tim yang sudah dibentuk melalui Inspektorat Kabupaten Sarmi diharapkan dapat mengatasi masalah Disiplin PNS di Kabupaten Sarmi.

sementara itu, berdasarkan Surat Tugas No 800/02/BUP/2018, Bupati Sarmi menugaskan Inspektur Pembantu III Ibu Helena Tetelepta sebagai Ketua TIM Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendahraan dan Tuntutan Ganti Rugi (MPTPTGR).

Ibu Helena mengajak seluruh PNS untuk tunduk dan taat terhadap aturan yaitu dengan cara memperhatikan ayat 11 dari Pasal 3 PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang “Masuk Kerja dan Menaati Ketentuan Jam Kerja”.

Lebih lanjut Ibu Helena menjelaskn akan memberikan tindakan secara tegas untuk semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sarmi, yang dinilai tidak disiplin dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai PNS.

“Kita mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010,” ujar Helena,  di sana dijelaskan hak dan kewajiban PNS serta sanksi yang akan diberikan baik dari sanksi ringan sampai dengan sanksi pemecatan, 46 hari tidak masuk kerja langsung kita akan melakukan pemecatan, tetapi Ibu Helena menambahkan, saat ini  kita fokus ke ayat 11 dari Pasal 3 jelasnya.

Oleh karena itu, katanya, dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan pemanggilan kepada beberapa PNS yang dianggap selama ini tidak pernah masuk kerja, nantinya mereka akan membuat surat pernyataan yang sudah ditandatangai oleh mereka sendiri dan ap bila dikemudian hari masih tetap melakukan kesalahan yang sama maka berdasarkan surat pernyataan tersebut dapat diambil tindakan tegas, jelasnya. (MC.Sarmi/SDR/Eyv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here