Hadapi Covid-19, Bupati Anjurkan Masyarakat Sarmi Mengadakan Doa dan Puasa

0
164

Bupati Sarmi Drs E. Fonataba.MM, ketika mengikuti teleconference yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara live kepada seluruh provinsi dan kabupaten/ kota indonesia bagian timur, tentang upaya penanggulangan covid-19, menganjurkan masyarakat berdoa dan puasa, agar terhidar dari wabah corona virus.

Orang nomor satu itu mengatakan, bahwa selaku umat yang beragama patut menghadapi wabah covid-19 dengan mata iman. Selain itu setiap pribadi harus koreksi diri pada kenyataan hidup sehari – hari. Jika ternyata ada kesalahan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, maka butuh pertobatan sungguh – sungguh serta komitmen untuk tidak mengulanginya dikemudian hari.

Saat Mendengarkan Arahan Dari Plt. Sekjen Kemendagri melalui Teleconfrence

Dengan berpedoman pada kitab suci Alkitab, pemimpin tertinggi daerah itu mengutip betapa bijaknya raja niniwe yang mengambil keputusan, turun dari singgasananya mengenakan kain kabung serta mengumumkan puasa bagi seluruh negeri seraya duduk diabu. Yang akhirnya melunakkan hati Tuhan untuk menarik malapetaka yang dirancangkan bagi bangsa tersebut.

“Seperti halnya raja dan bangsa niniwe, kita pun pasti lolos dari bencana virus corona, jika mengikrarkan doa dan puasa, pengakuan dosa seraya bertobat dengan sungguh – sungguh” ajak Bupati Fonataba, kantor BPBD, Jumat, (3/4).

Selain itu Ia mendorong gugus tugas penanggulangan covid-19 agar melakukan langkah – langkah preventif deteksi dini terhadap seluruh masyarakat didaerah ini.

“Selain doa dan puasa, kita terus mengikuti protokol pemerintah pusat dalam penanganan wabah ini. Setiap OPD harus lakukan refocusing berdasarkan petunjuk Kemendagri dan segera dikirim satu – dua hari kedepan.

Hal – hal yang merupakan kebijakan pusat perlu disesuaikan dengan kepentingan daerah, mana yang dibiayai pusat dan mana tanggungan daerah” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA),Drs. Djefry Komaling.M.Pd. Dirinya menganjurkan agar pembiayaan penanggulangan covid-19 dipotong dari anggaran perjalanan dinas luar daerah seluruh OPD.

“Sesuai intruksi pemerintah pusat terkait larangan perjalanan dinas keluar daerah, berdasarkan pertimbangan tertentu, mungkin bisa dipotong untuk pembiayaan penanggulangan virus korona” ujar Djefry. (SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here