Doren: Miras Membunuh OAP

0
176
Bupati Sarmi Drs.E. Fonataba, MM

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Provinsi Papua, Doren Wakerkwa,SH, mengatakan, hingga saat ini banyak orang asli papua meninggal dunia lantaran mengkonsumsi minuman keras. Bahkan menjadikan miras sebagai kegemaran setiap hari.

Pernyataan itu disampaikan Doren  dalam pembukaan Sosialisasi Penegakan Peraturan Daerah tentang minuman keras dan kententraman serta ketertiban umum, yang diselenggarakan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua, diaula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sarmi, Senin (16/13).

“Menjadi kenyataan, bahwa minuman keras bukan hanya membunuh orang papua, tetapi melemahkan seluruh saraf dan sendi”

Atas dasar tersebut, seluruh Forum Koordinasi pimpinan Daerah bersama para bupati menyepakati peraturan menyangkut larangan minuman keras diseluruh papua, berdasarkan, Perdasus tahun 2016″ jelas Doren.

Menurutnya, aturan larangan miras telah ditetapkan namun realisasi dilapangan belum menunjukkan hasil yang signifikan sesuai harapan. Dalam artian, pendistribusian minuman keras masih saja berlangsung, mengakibatkan tingkat konsumsi miras semakin meningkat disetiap daerah. Sehingga butuh sosialisasi secara rutin dan menyeluruh terkait bahaya miras demi melindungi generasi mudah papua.

Bupati Sarmi, Drs E. Fonataba.MM, membenarkan hal tersebut. Dia menyebutkan, bahwa hingga saat ini, lebih khusus disarmi terdapat beberapa kasus yang dipicu akibat berlebihan mengkonsumsi minuman keras.

“Minuman keras menimbulkan banyak persoalan, baik bagi si pemakai maupun terhadap orang lain. Beberapa oknum sudah meninggal, bahkan tidak sedikit mengalami kecelakaan lalulintas”

Dengan demikian, perlu penanganan khusus kepada pengedar serta pemakai, agar dikurangi atau dihentikan” terang Fonataba.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Satpol PP Provinsi Papua, Esau Rumbiak, menggambarkan situasi yang sama terjadi dibelahan bumi papua. Sebab itu pihaknya sebagai penegak Perda, saat ini tengah melakukan sosialisasi kepada mitra kerja di tingkat kabupaten. Apa lagi dengan semakin dekatnya hajatan nasional PON X X Tahun 2020, kesiapan keamanan perlu ditingkatkan.

“Miras merupakan pemicu berbagai konflik teristimewa pada momen – momen penting, karena itu kita harus waspada sedini mungkin untuk mencegah kemungkinan terjadi tindakan anarkis” sebut Esau.

Terkait proses sosialisasi yang melibatkan seluruh komponen Satpol PP Sarmi, lanjut Esau, akan digelar diskusi dalam rangka menetapkan solusi terbaik penanganan miras di papua serta menjamin aman dan kondusifnya pergelaran Pekan Olah raga Nasional XX, dipapua tahun depan. (SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here