Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Berupaya Mengoperasikan Bus Sekolah di Sarmi

0
117

Sarmi – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs Sergius Nita,M.Si, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis, (27/2) menyebutkan, bahwa dalam rangka membantu  kelancaran aktifitas belajar mengajar di sekolah, pihaknya telah menyediakan sebanyak lima unit bus diprioritaskan bagi lembaga pendidikan yang memang lokasinya sangat jauh.

“Awalnya kami mengoperasikan lima armada bus bagi beberapa sekolah diantaranya, SMU Negeri 2 SP 5 Bonggo, SMP Negeri 2 SP 2 Bonggo, SMP Negeri 2 pantai timur dan dua unit lain melayani rutinitas pendidikan ke arah pantai barat.

Namun dengan berjalannya waktu, pengunaan sarana transportasi itu kemudian tiga diantaranya rusak berat, sehingga tinggal dua bus pelayanan untuk SMU dan SMP bonggo” jelas Sergius.

Kami sudah berupaya dalam memperbaiki kendaraan tersebut, sudah dilakukan berulangkali melalui alokasi anggaran seadanya, katanya.

“Biaya operasional, baik gaji supir, bahan bakar, suku cadang serta service kami tanggung dan itu rutin diberikan, tetapi , namanya mobil, jika dipakai dalam jangka waktu lama pasti rusak juga, yang pastinya menelan biaya tidak sedikit, sementara alokasi anggaran sangat terbatas, jelas mantan Kepala Dinas Pariwisata itu.

Oleh sebab itu kami sangat berharap dan memohon kepada pihak sekolah maupun pemerintah tingkat distrik dimana bus itu melayani bisa berinisiatif untuk membantu memperbaiki kendaraan tersebut sehinggat dapat beroperasi kembali sebagai angkutan anak sekolah” harap Sergius.

Selain kedua bus sekolah milik Dinas Pendidikan, untuk rute SMK Negeri 2 Sarmi berlokasi pada Kampung Sewan, pihak manajemen Dambri cabang sarmi, telah memberikan satu armada untuk mengangkut para murid dan guru yang sebagian besar tinggal di distrik sarmi dan sekitarnya.

“Satu unit bus damri  dikhususkan bagi anak murid dan guru sekolah menengah kejuruan di kampung sewan. Dengan besaran ongkos Rp 10,000; pergi dan pulang” ujar Laban Sawen, supir bus.

Kata Laban, dirinya setiap hari menjemput para murid dan guru ke sekolah bahkan menunggu hingga jam pulang, lantaran sangat jauh dari area perkampungan. Walau begitu dia bersabar menjalankan tugas, terutama melayani anak – anak sarmi yang tekun menuntut ilmu demi masa depan daerah yang diharapkan berkembang maju mengikuti perubahan jaman. (SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here