BUPATI SARMI: “PESERTA DIKLAT PIM IV HARUS MENJADI AGEN PERUBAHAN”

0
63

Bupati Sarmi Drs E. Fonataba.MM, dalam arahannya pada penutupan Diklat Kepemimpinan tingkat IV angkatan V, dilingkungan Pemerintah Daerah Sarmi mengatakan, bahwa para peserta harus menjadi agen perubahan pada instansi masing – masing.

“Kamu telah didik selama tiga bulan dengan berbagai metode guna membentuk pola pikir, kedisiplinan serta karakter kepemimpinan. Sehingga dalam aktifitas dapat melayani masyarakat secara baik” ungkap Bupati Fonataba di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis, (17/10).

Orang nomor satu sarmi itu menyebut , proses pelatihan bagi pegawai di daerah ini sangat penting untuk  meningkatkan imajinasi, kreatifitas dan pola kerja baru sehingga sarmi berkembang mengikuti perubahan zaman serba moderen dewasa ini.

Disisi lain, Kepala Sub bidang Monitoring dan Evaluasi BKPSDM Provinsi Papua, Johanis Pattipeiluhu,S,Sos, menjelaskan, bahwa penyelenggaraan pelatihan bukan sekedar untuk memperoleh selembar bukti tanda lulus diklat, namun didalamnya terkandung tanggungjawab yang sangat besar.

“Tujuan mendasar pendidikan dan pelatihan adalah memberikan sejumlah ilmu secara teori di sertai praktek kepada peserta sebagai acuan baru dalam bekerja”

Berdasarkan proyek perubahan yang telah diajukan, harus dikonsultasikan kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), selanjutnya dapat diaplikasikan ” pungkas Johanes.

Hal itu ditegaskan Johanes lantaran menurutnya banyak contoh kasus dipapua menunjukkan, proyek perubahan hanya sebatas wacana diatas kertas dan tidak pernah dilaksanakan.

Menyikapi pernyataan Kasubid monitoring dan evaluasi Johanes Pattipeiluhu, Kepala Distrik Fee’en, Isak Yawir,S,Sos, selaku ketua senat diklat, ketika ditanya mengaku, dia serta 41 rekannya akan menerapkan seluruh ilmu yang diterima sebaik mungkin.

“Sekembalinya ketempat kerja, kami pasti mengaplikasikan semua pengetahuan melalui diklat, demi mengabdi dan melayani masyarakat”

Menyangkut proyek perubahan yang sudah dirancang, kami dapat mengkomunikasikan itu dengan atasan, guna melakukannya dilapangan” ujar Isak (PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here