Bupati Sarmi, Karantina Wilayah Selama 10 Hari

0
174

Bupati Sarmi Drs. E. Fonataba, MM secara resmi menutup akses jalan keluar dan masuk diwilayahnya dalam upaya mencegah penularan penyebaran virus corona (COVID-19) diwilayah itu.

Satu-satunya jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Jayapura melalui Distrik Bonggo Timur Satuan Pemukiman (SP) 6.

Penutupan akses masuk tersebut berdasarkan keputusan bersama antara Bupati Sarmi dan  Forum Koordinasi Pimpian Daerah (FORKOPIMDA terkait penanganan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Sarmi.

Penutupan ini akan dilakukan pada hari senin tanggal 6 sampai dengan 14 April Mendatang, sesuai dengan surat himbauan Bupati Sarmi Nomor 443/128/BUP/2020

Ini, kata Fonataba, juga menindaklanjuti keputusan Presiden nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Percepatan Penanggulangan virus corona (Covid-19), sehingga gugus tugas kabupaten sarmi nantinya bisa lebih fokus menangani situasai yang terjadi di dalam sarmi saja.

“Tidak bisa dibayangkan bila misalnya ada masyarakat sarmi yang terdampak virus ini, sebab kita belum mempunyai fasilitas yang memadai, baik secara sarana prasarananya, maupun secara medis”, Katanya.

Oleh karena itu, ini adalah langkah terakhir untuk menyelamatkan orang sarmi. Tegas bupati Fonataba.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa penutupan akses ini hanya berlaku kepada penduduk sarmi atau penduduk luar sarmi yang akan keluar atau masuk kedalam wilayah sarmi, tetapi untuk mereka yang membawa bahan logistik dan bahan bakar minyak (BBM), serta yang sifatnya mendesak seperti mengantar orang sakit dengan kendaraan ambulance, tetap diberikan akses, jelasnya.

Sementara itu ditempat yang berbeda Kepala Distrik Bonggo Timur Guendid Guendiri menegaskan untuk mengamankan kebijakan kepala daerah soal penutupan akses dan karantina wilayah.

“Karantina wilayah merupakan sesuatu yang harus kami buat untuk penyelamatan seluruh penduduk disarmi, kami yang bertugas di pintu masuk kabupaten akan memaksimalkan seluruh kemampuan yang ada dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini”, ujar Guendid.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Distrik Bonggo, Freddy Sawefkoy yang mengaku pihaknya selama ini rutin mengedukasikan kepada masyarakat bonggo tentang social distancing.

“Jalan poros jayapura sarmi diibaratkan seperti jalan tol, yang dapat membawa apa saja termasuk kemungkinan masuknya COVID-19, jadi status karantina wilayah merupakan salah satu bagian yang dapat memutuskan mata rantai dari penyebaran virus di kabupaten sarmi, dan keputusan ini sangat kami dukung, jelasnya Fredy.

Tampak dilapangan Kepala Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sarmi, Kornelis Y. Luwunaung (Kepala BPBD), Sekretaris Gugus Tugas COVID-19, B. Wofumilena, Ketua Rapi Kabupaten Sarmi, Yohanis W. Palege, Kepala Distrik Bonggo Timur, Guendid Guendiri, Danramil Bonggo Kapten Inf. Ratno dan Kapolsek Bonggo IPTU Fransiskus Timborat. (SDR)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here