BUPATI MINTA KELOMPOK TENUN DISARMI BISA MEMPRODUKSI BERMACAM PAKAIAN

0
215

Bupati Sarmi, Drs E. Fonataba.MM, ketika mengunjungi pelatihan tenun yang diselenggarakan Dinas Pariwisata di Gedung Kesenian dan Kebudayaan, selasa (10/12).

“Selamat kepada lembaga terkait karena melakukan terobosan dalam menciptakan wirausaha baru, dari tenun terfo lokal berinovasi mendekati moderen”

Kita berharap kedepan melalui berbagai pelatihan, masyarakat dapat memproduksi berbagai macam pakaian maupun selendang” kata Fonataba.

Bahkan pucuk pimpinan Sarmi itu, berharap salah satu hasil produksi berupa pakaian khusus yang dapat dikenakan pada acara – acara tertentu, baik dilingkungan pemerintah maupun masyarakat.

Upaya menciptakan kemampuan berwirausaha, menurut Kepala Dinas Pariwisata, Festus Mansi,S,Sos, menjadi acuan untuk mendatangkan narasumber berkompeten dari tanah jawa.

“Di Sarmi sudah ada budaya tenun terfo, sehingga kami ingin meningkatkan setidaknya mendekati hasil tenun daerah lain” ujar Festus.

Festus Mansi mengemukakan, bahwa pihaknya tiga tahun berturut – turut bekerja sama dengan CV Warisan Multi Tenun di Klaten.

Akhir tahun ini, kembali digelar kegiatan yang sama bagi ibu – ibu distrik Sarmi selama lima hari. Dengan harapan, para peserta dapat berwirausaha secara mandiri.

Direktur CV. warisan multi tenun, Arif Purnawan, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia menyebutkan, bahwa lembaga terkait mempercayakannya sebagai pelati yang tentunya memiliki pengalaman cukup dalam bidangnya.

“Ini untuk ketiga kalinya kami diundang sebagai instruktur. Peralatan sebanyak empat unit telah disiapkan panitia, mempermudah proses pelatihan”

Peserta akan dibimbing dari dasar merajut benang hingga produksi berupa pakaian, tas, topi dan selendang” ungkap Arif.

Ibu Hamidah Mayer salah satu peserta mengaku, mengikuti pelatihan secara rutin. Alhasil bisa dapat bekerja mandiri. Namun dirinya belum paham tahapan tenun dengan baik.

“Saya sudah bisa kerja, namun kadang bingung karena banyak sekali benang yang harus dimasukkan melalui alat yang banyak pula”

Dengan demikian, kami berharap ada pendampingan selama dua sampai tiga bulan, agar bisa paham betul” ucap Hamidah Mayer.(PIUS/SDR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here