Budaya Tenun Terfo di Sarmi Terancam “Punah”

0
179

Pada waktu yang lampau menenun menjadi kewajiban bagi setiap perempuan dari Suku Sobey khususnya dari kampung Sawar. Hal ini dilakukan sebagai tuntutan dalam pemenuhan kebutuhan akan pakaian serta keperluan adat istiadat.

Namun dengan perkembangan zaman dan teknologi maka kegiatan menenun manjadi sesuatu yang langka dan tidak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat.

Bagi sebagian kecil ibu-ibu, menenun  dilaksanakan untuk mengisi waktu luang disela-sela kesibukan kegiatan pertanian, sehingga untuk menghasilkan kain memerlukan cukup banyak waktu.

Ibu Klarci Seifan adalah satu dari sedikit perempuan Sarmi yang masih menguasai pembuatan kain Tenun Terfo. Perempuan ini bercerita soal sulitnya membuat kain terfo ini. Mulai dari menyiapkan bahan baku, membuat motif, mewarnai benang, sampai menenunnya.

Kenyataan itu diceritakannya kepada tim MC saat bertandang ke rumahnya, Senin (6/5).

Bahannya dari daun nipah, kemudian dirajut lalu  dijadikan pakaian dan selendang adat di Kampung Sawar Kabupaten Sarmi.

“ini yang diwariskan oleh nenek moyang kita, namun saat ini seiring berjalannya waktu semakin sedikit orang yang masih mau membuatnya, kalo bukan kita, terus siapa?”, tanya Klarci memelas.

Wanita 60 tahun itu menjelaskan, bahwa dirinya menekuni tenun terfo semenjak usia 15 tahun sampai sekarang. Namun menurutnya belum ada penerus dari budaya ini.

Dirinya mengaku yang seumurannya sudah jarang yang menggelut tenun terfo, tersisa hanyalah orang tua dengan usia senja. Sedangkan para pemudi seakan tidak berminat.

“Sebenarnya sudah sejak lama saya punya kerinduan untuk mendirikan sebuah sanggar sebagai tempat latihan, agar menyatukan ibu – ibu serta pemudi kampung ini, namun terbentur biaya” jelasnya.

Saya berharap pemerintah melalui dinas pariwisata dapat memperhatikan kami, sehingga budaya asli sarmi ini tidak punah, ada generasi penerus yang bisa melanjutkannya budaya ini agar tidak hilang ditelan waktu. (SDR/PIUS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here