Beranda blog

Bupati Sarmi Melantik Empat Pejabat Eselon II

0

Bupati Sarmi Drs E. Fonataba.MM, dipenghujung tahun 2020 ini, melakukan reshuffle pimpinan tinggi pratama pada empat kedudukan.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan kali ini bersifat rolling. Dimana Drs Derek Yappo yang sebelumnya menyandang jabatan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, kini menduduki kursi Kepala Badan Pendapatan Daerah. Sedangkan jabatan Asisten II diambil alih oleh, Drs Piter Werinnusa yang awalnya sebagai pimpinan Badan Pendapatan Daerah.

Rolling pimpinan yang sama pula terjadi pada Badan Kesatuan Bangsa dan politik (Bakesbanpol) serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Paulus Rorey,SE.MSi, yang dulunya memimpin BKPSDM, dilantik menduduki Kepala Bakesbangpol, sebaliknya Fredi .S. Paulus,S,Stp dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dipindahkan menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Bupati Fonataba dalam arahannya mengatakan, bahwa upaya rolling jabatan dilakukan guna meningkatkan efektifitas pelayanan organisasi. Selain itu mendorong kinerja berintegritas dan profesionalitas dalam pengabdian Aparatur Sipil Negara dari Atasan sampai bawahan.

“Selaku pejabat pemerintah tentunya, melekat tanggungjawab besar dalam pelayanan publik, disamping terus berpegang pada aturan yang berlaku. Selain menjalankan tugas pengabdian, seorang pimpinan perlu menjadi panutan terhadap bawahan melalui sikap arif, bijaksana dan santun” kata Bupati Fonataba, diaula BKPSDM, Jumat, (25/9)

Kepada para pejabat dianjurkan untuk membangun komunikasi dengan berbagai mitra kerja demi peningkatan hubungan kerja pada berbagai aspek pembangunan. Baik aspek keamanan dan ketertiban, peningkatan pendapatan asli daerah dan pelayanan terhadap keberadaan kepegawaian di daerah ini.

Prosesi pelantikan tersebut berlangsung sesuai protokol kesehatan, dihadiri perwakilan Musyawarah pimpinan daerah (Muspida), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), POLRES dan KODIM 1712, Sekda Elias Bakai,SE, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).SDR/PIUS

Rapid Tes di Anggap Tidak Memadai, Tim Medis didorong Lakukan Tindakan Swab

0

“Selama ini diterapkan rapid test (pemeriksaan Cepat) dengan hasil yang tidak pasti pada sejumlah pasien, setelah dirujuk ke jayapura ternyata positif corona virus. Itu terbukti dari beberapa kasus belakangan ini”

Oleh sebab itu selaku tenaga medis yang bergerak digarda depan penanggulangan wabah Covid-19, kita juga mesti melakukan tindakan pemeriksaan berbasis swab, untuk menentukan terpapar tidaknya setiap pasien yang sudah di identifikasi” ungkap Plh. Dinas Kesehatan Sarmi, Welem Burdam, kepada para kepala puskesmas, di pelataran puskesmas sarmi, Kamis, (24/9)

Pelaksana Harian yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Welem Burdam, menyebutkan, bahwa tiga kasus yang menimpa tenaga medis Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas sarmi, lantaran tidak waspada terhadap kondisi pasien yang sedang ditangani.

“Tiga pasien, salah satunya positif, sedangkan dua lagi dalam tahap isolasi mandiri”

Untuk mengantisipasi mewabahnya virus, kita harus bertindak preventif dengan mengunjungi sekaligus mengadakan pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga, bahkan menelusuri riwayat pasien demi mengidentifikasi siapa saja yang telah kontak fisik” katanya.

Pernyataan tersebut bukan omongan kosong belaka. Pasalnya, para pembela corona virus yang memang sudah dilatih sebagai tenaga analisis, langsung mengelar pemeriksaan berbasis swab terhadap sejumlah masyarakat. Baik anggota Polsek sarmi, perawat unit gawat darurat, serta masyarakat umum.

Koordinator tim pemeriksaan swab, Dokter Hadiana, mengemukakan langkah – langkah teknis pemeriksaan yang berpusat pada lidah dan tenggorokan, mengunakan semacam tusukan plastik dililit kapas. Hasil dahak pada lidah dan tenggorokan kemudian dimasukkan kedalam wadah botol untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Hasil pemeriksaan nantinya diberitahukan via telepon atau dapat dipanggil langsung jika terindikasi virus.

“Melalui swab ini, diharapkan kedepan upaya pemeriksaan dapat diperketat, demi deteksi dini pendemi corona virus, disamping terus menjalankan protokol kesehatan”

Kami menghimbau kepada masyarakat sarmi agar tidak panik secara berlebihan, karena hal itu dapat berpengaruh terhadap imun atau menurunnya sistem kekebalan tubuh serta mudah diserang berbagai penyakit terlebih virus korona” ucap Hadiana.

Menurutnya, setiap puskesmas nantinya berpatokan pada satu standar operasional pelayanan (SOP). Baik pemeriksaan, identifikasi, isolasi mandiri, pemberian obat, hingga rujukan pasien untuk penanganan lebih lanjut. (SDR/PIUS)

Pengurus RAPI Daerah 27 Papua Serahkan Bantuan Masker dan APD Bagi Masyarakat Sarmi

0

Sebanyak 2.500 pcs Masker dan 50 pcs Alat Pelindung Diri (APD), bantuan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 27 Papua, telah diserahkan langsung Sekretaris mewakili Ketua di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarmi, senin, (21/9)

Prosesi penyerahan batuan tersebut dilakukan dari sekretaris Daerah radio antar penduduk Indonesia Papua kepada Ketua RAPI Wilayah 10 Kabupaten Sarmi, Yohanis W. Palege,S,Kom, selanjutnya diberikan kepada manajemen BPBD, selaku koordinator penanggulangan wabah covid-19, didaerah ini.

Sekretaris RAPI Daerah 27 Papua Muhammad Fahri mengatakan, bahwa dalam rangka mengantisipasi serta mencegah mewabahnya pendemi corona virus dikalangan masyarakat sarmi, pihaknya selaku media rakyat turut berkontribusi membantu memerangi bahaya virus mematikan ini.

“Bantuan ini tentu tidak seberapa, namun itulah bentuk kepedulian kami bagi penduduk sarmi.  Melanjutkan pemberlakuan Adaptasi New Normal Masyarakat produktif dan aman Covid-19 Provinsi Papua sesuai surat edaran Gubernur Papua no. 440/14977/SET tanggal 31 Agustus 2020 , Semoga dengan menggunakan perlengkapan tersebut dapat meminimalisir terjangkitnya virus corona”

Batuan dimaksud berupa  masker sebanyak 2500 pcs dan 50 pcd Alat Pelindung Diri (APD), yang nantinya dikondisikan oleh gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 sesuai lingkungan” pungkasnya.

Ungkapan senada diutarakan Ketua RAPI Wilayah 10 Sarmi, Yohanis W. Palege,S,Kom. Ketua Satgas Renaksi KPK yang juga Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pembinaan Masyarakat itu menyebutkan, bahwasanya fasilitas pelindung baik, masker dan APD saat ini merupakan alat yang dipercaya dapat mencegah mewabahnya corona virus.

“Selain mengikuti protokol kesehatan, pendistribusian alat pelindung juga sangatlah perlu. Disamping itu, pemahaman masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker, agar terhindar dari kemungkinan terpaparnya virus berbahaya corona” pungkas, John

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Konelis.Yan. luwunaug,S,Ip.M.Si, merangkap ketua Satuan tugas penanganan covid-19, menghaturkan terimakasih serta apresiasi kepada pihak radio antar penduduk, atas sumbangsinya kepada masyarakat sarmi.

“Kami akui hingga saat ini masih kekurangan peralatan kesehatan, terutama masker dan APD. Oleh sebab itu mewakili masyarakat kami ucapkan terima kasih banyak, semoga amal baiknya dibalas Tuhan” kata Yan.

Menurut Yan, pihaknya akan mendistribusikan bantuan tersebut bersama-sama RAPI Wilayah 10 Sarmi sesuai kebutuhan masyarakat. Sehingga penerapan protokol kesehatan didaerah ini betul- betul dapat dijalankan, demi upaya bebas dari pendemi corona virus. (SDR/PIUS)

BPOM Gekar Rapid Tes Makanan di Sarmi

0

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura Papua, telah melakukan tes cepat terhadap sejumlah makanan yang selama ini dijual di pasar sentral mararena sarmi. Rapid tes tersebut mengambil sampel beberapa makanan jadi yaitu, pentolan, ikan asin, kue lapis dan kerupuk.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM Jayapura, Imelda Gunawan,S.Si.Apt, mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tengah menjalankan program “Pasar Aman dari Bahan Berbahaya” dalam empat kategori diantaranya, bahaya formalin, boraks, pewarna kuning menyala serta pewarna merah menyala yang mungkin saja terkandung pada makanan dengan dosis tinggi.

“Proses uji bahan berbahaya ini dilakukan melalui empat media, dengan tiga komposisi yang dilarutkan bersamaan dengan masing – masing sampel untuk membuktikan terkandung tidaknya bahan pengawet makanan, yang efeknya dapat berkomplikasi pada kesehatan”

Ternyata hasil tes pentolan, ikan asin, kue lapis dan kerupuk, terbukti negatif dari bahan berbahaya. Dengan demikian dipastikan aman untuk dikonsumsi” ujar Imelda di Kantor pasar mararena, Selasa, (15/9).

Imelda menyebutkan ciri – ciri makanan berbahan pengawet seperti formalin pada ikan, pasti tidak dihinggapi lalat, boraks pada pentolan dan tahu akan kenyal/ keras, pewarna pada berbagai jenis kue/ kerupuk, akan berwarna kuning menyala keemasan atau merah menyala keemasan.

“Untuk sementara bisa dikatakan beberapa produk dipasar mararena negatif bahan berbahaya, namun bukan berarti semua produk sama. Oleh sebab itu masyarakat konsumen perlu meneliti setiap barang sebelum dibeli” lanjutnya.

Menurut imelda, kegiatan sama akan digelar tahap kedua pada bulan oktober mendatang, dalam bentuk bimbingan dan pelatihan melibatkan lembaga tehnis serta para pedagang. Balai Pengawas obat dan makanan sebutnya, akan

menyerahkan fasilitas rapid tes kepada pihak pengelola pasar, sehingga nantinya dapat melakukan pengujian serta pengawasan secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Drs Piter Werinussa, menghaturkan apresiasi atas kepedulian BPOM mendukung Pemda sarmi dalam memastikan pasar sentral mararena bebas bahan berbahaya. Pemimpin yang hendak mengakhiri sepak terjangnya sebagai ASN ini,  menghimbau bawahannya melakukan pengawasan ketat terhadap berbagai barang yang datang dari luar sarmi.

“Keberadaan pasar merupakan tanggung jawab kita, menyangkut pedagang sekaligus barang dagangan. Itu sebabnya pengawasan ketat sangat penting untuk memastikan tidak masuknya makanan berbahan kimia yang membahayakan kesehatan masyarakat”

Saya berharap, sambil menunggu alat deteksi yang rencananya diserahkan, pengelola pasar perlu memeriksa dan mendata penjual serta barang jualan sebagai langkah deteksi dini. Jika ada indikasi maka, barangnya ditahan untuk sementara agar dapat diuji, demi menjamin terhindarnya masyarakat dari makanan berbahaya” ungkap Piter. SDR/PIUS

TINGKATKAN PEMAHAMAN HUKUM, KAJARI JAYAPURA GELAR PENJELASAN HUKUM DI KABUPATEN SARMI.

0

SARMI SIGAP, Kenalilah Hukum dan jauhilah hukuman,   bertempat di aula BPKAD Kabupaten Sarmi di Petam, Senin 14 September 2020 Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, N. Rahmat, SH,  didampingi Kepala Seksi Intelijen, Riky Ronald Biere, SH., Kasi Datun, Rahmat Tulus, SH, juga didampingi jaksa fungsional antara nya Irmayani, SH., MH., Natalia Rama. SH., dan Frans Magnes, SH. menggelar penyuluhan hukum bagi Kepala OPD, Sekretaris dan Bendahara Pemerintah Kabupaten Sarmi bekerja sama dengan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sarmi.

Pembukaan kegiatan dihadiri Bupati Sarmi, Drs. Eduard Fonataba, MM., Kapolres Sarmi., AKBP Apri Lanujun,  Dandim 1712 Sarmi, Rizky Marlon Silalahi,  Komandan Pos TNI AL, Kapten Marinir Dedy, dan sejumlah undangan lainnya.

Bupati Sarmi dalam sambutannya mengapresiasi Pak Kajari bersama tim untuk membangun pemahaman hukum aparatur agar terhindar dari perbuatan melawan hukum dalam mengelola  administrasi negara dan menyelenggarakan pelayanan masyarakat,  dengan menyebutkan : kegiatan ini baik dan merupakan agenda tahunan pemda Sarmi dan Kejari Jayapura.

Kepala Kejaksaan negeri jayapura. N. Rahmat, SH., dalam sesi pertama penyuluhan memberikan gambaran umum tugas fungsi  kejaksaan, pencegahan dan penindakan dalam menegakkan hukum saat ini lebih mengedepankan pencegahan dengan pendekatan seperti penyuluhan hukum hari ini di Sarmi

Pada sesi kedua 5 jaksa secara panel memberikan penjelasan tentang pencegahan dan gakkum terkait Tindak Pidana Korupsi, Pengelolaan Dana Desa, Perlindungan Anak, Penghapusan KDRT, dan pelanggaran dalam dunia  informasi dan transaksi elektronik (ITE)

Pada sesi terakhir berlangsung tanya jawab.

Kepala Bagian Hukum, Gerad Wersemetawar, SH., di tempat kegiatan kepada Sarmi Sigap memberikan penjelasan pelaksanaan kegiatan ini kepada ASN, utamanya Kepala OPD, bendahara, dan sekretaris untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman hukum, diharapkan akan tumbuh kemampuan dalam melaksanakan aktifitas  kepemerintahan sesuai rambu rambu hukum. Juga menginformasikan kegiatan akan berlangsung 2 hari, besok 15 September tim Kejari Jayapura memberikan penyuluhan hukum juga  kepada masyarakat di Arbais, Distrik Pantai Barat.

Kasi Inteilijen Kejari, Riki Ronal Biere, SH mewakili Ka Jari Jayapura usai kegiatan ditemui Sarmi Sigap memastikan sudah terjadi pemahaman  hukum  melalui proses penyuluhan yang baru saja dilaksanakan, lebih lanjut berharap dapat diterapkan oleh peserta.

(#benny.w@admin.s.s.)

Bupati Sarmi Ajukan Tiga Materi Rancangan Produk Hukum Untuk Dibahas Lembaga Legislatif.

0

Bupati Sarmi Drs E. Fonataba.MM, dalam arahannya pada Laporan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun anggaran 2019, mengajukan setidaknya tiga materi rancangan peraturan untuk dibahas bersama lembaga legislatif yang nantinya akan ditetapkan sebagai produk hukum daerah.

Ketiga materi tersebut adalah, Rancangan Peraturan daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Peraturan Bupati tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Laporan Keuangan Daerah.

Dijelaskannya, bahwa proses pembangunan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tahun anggaran 2019 sudah diupayakan sejalan dengan visi dan misi Bupati.

Meski demikian Menurutnya, membutuhkan  alokasi dana melalui beberapa pos anggaran selain APBD, Pemerintah Provinsi, bantuan lembaga ekonomi kemasyarakatan hingga bantuan sektoral tingkat kementerian.

Visi sarmi adalah mandiri dan bermartabat dengan empat pilar misi diantaranya, percepatan pembangunan infrastruktur dan konektifitas daerah, mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat yang berbasis potensi unggulan daerah, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, yang dijabarkan dalam 303 program dan 969 kegiatan, sebut Bupati Fonataba di ruang sidang DPRD, Kamis (3/9).

Dokumen laporan pertanggungajwaban pelaksanaan pemerintahan daerah serta laporan keuangan daerah telah diserahkan pihak eksekutif kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), untuk kemudian dibahas selanjutnya ditetapkan sebagai produk peraturan daerah.

Merespon laporan lisan sekaligus penyerahan dokumen rancangan peraturan daerah tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah, Ketua DPRD, Jumbriati mengaku, pihak legislatif telah membentuk tim kerja dalam rangka membahas secepatnya.

“Laporan pertanggungjwaban penyelenggaraan pemerintah daerah, terkandung makna sebagai refleksi dari nilai-nilai akuntabilitas dan sarana, guna menganalisa kondisi permasalahan dan kinerja pemerintah kabupaten sarmi tahun 2019”, jelasnya.

Hal ini diharapkan mendorong objektifitas  pengawasan, saling melengkapi, saling mengisi dan berbagi peran, serta kemitraan berkesinambungan dalam menciptakan arah pembangunan menuju masyarakat mandiri dan bermartabat, sebagaimana tertuang dalam RPJMD Tahun 2017-2022” sebut jumbriati.

Dokumen tersebut kata Jumbriati, akan digunakan sebagai rujukan dalam membahas serta menetapkan peraturan daerah alam waktu dekat. (SDR/PIUS)

Persiapkan Kualitas SDM Generasi Sarmi Melalui Stunting

0

Kepala Dinas Kesehatan Sarmi, Dokter Zadrak Tewernnusa, dalam pemaparannya pada rapat koordinasi lintas sektor penanganan dan pencegahan stunting menyebutkan, bahwa upaya mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda Sarmi kedepan harus dilakukan sejak bayi dalam kandungan ibu. Upaya tersebut melalui aksi stunting terintegrasi dan menyeluruh.

“Stunting merupakan program nasional yang sudah berjalan beberapa dekade, namun kita di sarmi baru masuk tahun ini dengan dua lokus yaitu sarmi dan bonggo”

Stunting tertuang pada penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD), melibatkan 11 Organisasi Perangkat Daerah yg secara teknis bersentuhan langsung dengan masalah kesehatan. Tujuannya adalah melakukan pencegahan dan penanggulangan gizi buruk, kurus serta kerdil, janin, balita serta anak, yg berimbas pada lumpuhnya daya berpikir” ungkap Zadrak, di ruang rapat BAPPEDA, Kamis (27/8)

Menurut Zadrak, upaya membentuk kualitas SDM, harusnya dimulai sejak bayi dalam kandungan ketimbang sudah lahir, melalui asupan makanan nutrisi dari sang ibu. Bahkan pembentukan kualitas otak bermula serta berkembang di kandungan. Oleh sebab itu katanya, aksi stunting  yang menurut rencana dilaksanakan secepatnya, akan difokuskan pada seribu lebih ibu hamil yg telah diprediksi.

“Memang wilayah sarmi cukup luas dengan sebaran populasi penduduk padat serta merata di setiap distrik, namun sementara hanya data distrik sarmi dan bonggo diinput sebagai lokus kementrian kesehatan. Dengan demikian distrik lain dapat diupayakan tahun mendatang secara berkesinambungan”

Selaku instansi teknis, beberapa langkah telah ditentukan yaitu penentuan kelompok sasaran, menyediakan asupan makanan bernutrisi, minuman susu, obat-obatan, serta sosialisasi. Langkah tersebut tentunya dikawal secara spesifik bagi setiap individu, tanpa ditinggal begitu saja demi mencapai tujuan bersama mempersiapkan kualitas sumber daya manusia handal generasi muda sarmi” harap Zadrak.

Harapan senada diutarakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Jefry Comaling. Kata Jefry, upaya membentuk sekaligus mempersiapkan kualitas SDM anak – anak sarmi, pihaknya selaku koordinator aksi stunting mengundang seluruh dinas terikait dalam membicarakan hal – hal teknis yang dapat dilakukan berdasar topoksi masing – masing.

“Stunting merupakan komitmen kita bersama, mengatasi gisi buruk dikalangan masyarakat sarmi. Sehingga perlu senergitas, integrasi dan loyalitas kerja semua yang terlibat dalam menjamin investasi sumber daya manusia berkualitas kedepan”

Sebagai dasar hukum pelaksanaan aksi stunting, telah diperkuat berdasarkan Peraturan Bupati Sarmi, nomor 14 Tahun 2020 tentang Pencegahan Stunting atau kekerdilan” sebut Jefry.PIUS

11 OPD Teken Komitmen Bersama Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Sarmi

0

Sebanyak 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sepakat dalam memerangi, gizi buruk pada ibu hamil, balita dan bayi, melalui program Stunting yang di dicanangkan dinas kesehatan disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), masing – masing, yang berkaitan langsung dengan masalah kesehatan secara umum. Kesepakatan kemudian dituangkan berdasarkan dokumen tertulis yang ditandatangani masing – masing instansi.

Kesebelas OPD tersebut diantara BAPPEDA, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, BPMK, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pengendalian Penduduk dan KB, Distrik, Puskesmas Sarmi dan Puskesmas Bonggo Timur.

Sebelas Organisasi Perangkat Daerah  dipastikan akan berkolaborasi memerangi masalah Stunting berdasarkan program dan kegiatannya bernuansa kesehatan. Baik pembangunan infrastruktur kesehatan, penyediaan obat dan makanan tambahan, penyuluhan masalah kesehatan, bimbingan budidaya tanaman pekarangan dalam menyediakan sumber makanan sehat, pendidikan kesehatan, serta pengelolaan ekonomi sosial masyarakat.

“Dalam upaya menjaga kesehatan janin di kandungan, bahkan balita dan bayi, jangan sampai mengalami pertumbuhan  tidak normal seperti, kurus, kerdil serta cacat tubuh lainnya, maka kami berupaya membangun kerjasama dengan OPD teknis lainya untuk menyamakan komitmen pencegahan dan penanggulangan Stunting di daerah ini” sahut Kepala Dinas Kesehatan dr. Zadrak Tewernnusa, pada acara penutupan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD), Stunting Kabupaten Sarmi, di aula  BKPSDM, Selasa, (18/8).

Menurut Zadrak proses penyusunan Rencana Aksi Daerah pencegahan dan penanggulangan Stunting, dilakukan dengan mengelar sosialisasi dan pelatihan, melibatkan 50 peserta dari masing – masing OPD, sekaligus menghadirkan narasumber berkompeten dinas kesehatan provinsi papua, berlangsung selama dua hari.

“Komitmen bersama sebelas instansi memuat sebanyak 70 kegiatan yang dibagi sesuai Tupoksi setiap OPD yang berhubungan dengan dukungan kesehatan daerah, baik anggaran dan lain – lain” kata Zadrak.

Sementara itu, Penjabat Sekda Sarmi, Elias Bakai,SE, ketika memberikan arahan pada penutupan hajatan yang dihadiri Ketua DPRD, Jumbriati bersama 11 pimpinan OPD, berharap komitmen tersebut dapat di laksanakan secara baik serta selalu menjalin hubungan sebagai mitra kerja bidang kesehatan.

“Saya apresiasi kerja sama ini, semoga upaya pencegahan dan penanggulangan Stunting di sarmi bisa berjalan sesuai harapan.

Kita mesti berupaya menjaga kesehatan generasi muda sarmi sejak dalam kandungan, balita sampai bayi. Jika kesehatan dini sudah terjamin maka, otomatis kualitas sumber daya manusia akan terjamin, niscaya mencapai cita – cita sarmi mandiri dan bermartabat dapat digapai” sebut Elias. PIUS

Sekda Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas Bagaiserwar II Sarmi

0

Pj.Sekretaris Daerah Sarmi, Elias Bakai, SE. Selasa, (11/8), secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung puskesmas, tepatnya di kampung bagaiserwar II Distrik Sobey.

Hajatan peletakan batu pertama tersebut mengawali proses pembangunan infrastruktur kesehatan permanen berukuran 24×44 meter, demi menjawab polemik kesehatan pada tiga distrik yaitu distrik sobey, distrik sarmi timur dan distrik muara tor

Gedung berlantai satu pada tapak kanan dengan nilai kontrak sekitar 8,5 milyard,  menurut Kepala Dinas Kesehatan dr. Zadrak Tewernnusa, merupakan program afirmasi kementerian kesehatan bagi pemerintah daerah tahun anggaran 2020 ini.

“Kita patut bersyukur karena kemurahan Tuhan pemerintah pusat melalui afirmasi Dana Alokasi Umum (DAU), sarmi dapat peluang kali ini. Semua adalah jawaban atas seluruh doa dan pergumulan seluruh komponen masyarakat yang selalu mendambakan pelayanan kesehatan secara baik”

Puskesmas ini nantinya menjadi rumah sakit inap, kecuali jika terindikasi penyakit khusus tertentu yang harus mendapat rujukan ke jayapura” ungkap dokter Zadrak.

Di katakannya, bahwa proses pembangunan dikerjakan PT Putra Membangun Jayapura, yang menurut rencana pekerjaan berjalan dalam jangka waktu 150 hari, dan diperkirakan mencapai 95% pada akhir bulan desember mendatang. Daerah pelayanan kesehatan masyarakat lanjut Zadrak, meliputi distrik sobey, sarmi timur dan muara tor.

Sementara itu, Penjabat Sekda, Elias Bakai,SE, disaat mencanangkan peletakan batu dasar bangunan, menghimbau kepada masyarakat, terutama marga Sosomar selaku pemilik hak ulayat agar menjamin keamanan serta keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung.

“Fasilitas ini demi menjamin dan menjaga kesehatan kita bersama. Karena itu saya berharap dukungan semua pihak sehingga pekerjaan berjalan lancar tanpa gangguan. Jika terdapat masalah, baiknya didiskusikan dalam mengambil keputusan bersama secara kekeluargaan dengan damai” ujar Elias. SDR/PIUS

Pulau Liki dicanangkan Sebagai Kampung Internet

0

Berkat kerja keras Staf Ahli Bupati Sarmi Bidang Politik Hukum dan Pembinaan Masyarakat, Yohanes. W. Palege,S.Kom, dalam membangun komunikasi secara intens dengan rekan – rekan sealumni SMA N 1 Jayapura angkatan 1984, dibeberapa wilayah seindonesia, akhirnya pulau liki kini dicanangkan sebagai kampung internet.

Pencanangan kampung internet tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis kata sandi “LIKI ISLAND” dan password “PUL@ULIKI” oleh Ketua Ikatan Alumni (IKAL 84), Wiliam Frans Ansanai kepada Kepala Kampung Liki Festus Teno, disaksikan masyarakat bahkan para alumni yang tepat 1 agustus lalu merayakan reuni ke 55 tahun.

Frans Ansanai yang saat ini berdomisili di Jakarta mengatakan, bahwa  perangkat internet diputuskan bersama melalui Ikmal dengan mempertimbangkan permintaan teman seangkatan Yohanes Palege, untuk memenuhi kebutuhan akses internet   agar sedapat mungkin mendekatkan berbagai informasi dunia luar kepada masyarakat kampung liki.

“Orang sering menyebut dunia moderen dengan berbagai teknologi, bahkan kita sedang berada pada tren baru yang tidak mungkin ditolak apa pun alasannya. Karena teknologi termasuk internet telah menembus ruang dan waktu, sehingga mengharuskan setiap orang untuk menggunakannya”

Internet bisa mendatangkan hal positif diantaranya, manfaat pendidikan dan ilmu pengetahuan, ekonomi, informasi, berita, pariwisata, perikanan dan lainya. Sedangkan sisi negatif seperti porno serta tindakan asusila lainya yang dapat menjerumuskan pengguna, apa lagi para generasi mudah. Oleh sebab itu selalu hati – hati dalam memilih konten” ujar Ansanai, di kampung liki, Rabu, (5/8)

Hal senada disampaikan Staf Ahli Bupati merangkap Ketua Rencana Aksi KPK,  Yohanes .W.  Palege,S,Kom, bahwa dirinya bersama Ikatan Alumni 84 yang boleh dibilang sudah sukses dalam berbagai karir, berupaya membagi berkat kepada masyarakat pulau liki.

“Tujuan internet kampung salah satunya mempermudah akses sistem keuangan desa, selain itu, untuk mempromosikan sekaligus menjual berbagai kekayaan laut, baik ikan, udang, serta destinasi wisata, agar diketahui dunia luar, maka akan dibuat website kampung.

Internet kampung kedepan membuka peluang kerja bagi pemuda lulusan SMP, SMU, untuk didik sebagai operator. Dan tidak menutup kemungkinan menjadi nara sumber kampung lain dibidangnya” sebut jhon.

Hadirnya internet kampung diapresiasi seluruh masyarakat lantaran salah satu pulau terluar itu diakui sangat susah mendapat informasi, sehingga menerima pemberian sarana komunikasi online tersebut dengan ungkapan syukur.

“Kami atas nama masyarakat menghaturkan banyak terimakasih atas hal baik ini, semoga kedepan kampung liki dapat menggunakannya sesuai petunjuk, serta tepat guna” ungkap Kepala Kampung Liki Festus Teno. SDR/PIUS