BANYAK SUMBER PENDAPATAN DAERAH DI PAPUA TIDAK OPTIMAL

0
144

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal,SE.MM, di Sasana Karya Kantor gubernur mengatakan, bahwa sampai saat ini terdapat banyak sumber pendapatan daerah yang penarikan pajaknya belum optimal.

Penegasan itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Daerah, yang dihadiri, Sekretaris Daerah Sarmi, Dr Hendrik Waromi,S,Sos.MSi, Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pembinaan Masyarakat, merangkap Ketua Renaksi KPK, Yohanis W Palege,S,Kom, Kepala Dinas DPMPTSP E. Bakay, Kepala Badan Pendapatan Daerah Pieter Werinusa, serta para Bupati dan Sekda Kabupaten/Kota seprovinsi Papua.

Klemen Tinal berkata, bahwa hasil penarikan pajak pada beberapa sumber seperti, pajak bumi dan bangunan, retribusi kendaraan beroda, pajak air permukaan dan air dalam tanah terkesan tidak stabil.

“Selain sumber pendapatan daerah yang secara rutin dipungut pajaknya, ada lagi yang perlu kita ambil, yaitu pajak badar udara. Secara umum penghasilan setiap bandara setiap hari sangat tinggi, namun penarikan pajaknya tidak pernah dilakukan” ucap Wagub.

Hal itu terjadi karena menurutnya beberapa bandara merupakan milik misionaris, sebagian lagi dikuasai pihak angkasapura. Sehingga ia mohon lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendorong perintah melalui kementerian terkait, untuk menetapkan regulasi.

“Menyangkut hal ini kami minta dukungan KPK. Mengapa demikian? Karena banyak perusahaan meraup keuntungan ditanah papua tetapi kantor pusatnya ada di luar papua. Ini sebenarnya tidak boleh terjadi lagi kedepan. Bila bekerja dipapua , seluruh aset baik, kantor dan lain – lain harus dibangun dipapua” lanjutnya.

Ketua Koordinasi KPK wilayah VIII, Adliansyah M Nasution, menanggapi pernyataan Wagub dengan berkata, kedepan pihak KPK dapat berkoordinasi kepada kementrian dan lembaga teknis untuk membicarakan hal tersebut.

“Memang kenyataan ini harus dibicarakan secara bersama, agar menghasikan solusi yang baik bagi papua, menyangkut peningkatan pendapatan daerah berdasarkan sumber yang ada” ungkap Adlianyah (SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here