Balai POM Temukan Barang Palsu pada Pedagang di Pasar Sentral Sarmi

0
256

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura, saat melakukan pemeriksaan barang dagangan di pasar sentral mararena sarmi, menemukan sejumlah produk yang sudah kadaluarsa dan palsu.

Dari hasil pemerikaan tersebut ditemukan Produk yang masa berlakunya berakhir sampai dengan
tahun 2019, bahkan ada pula kemasan yang ternyata memalsukan nomor registrasi BPOM.

“Produk kadaluarsa kebanyakan kemasan kosmetik seperti, bedak dan lipstik. Selain itu produsen sengaja memalsukan registrasi untuk mengelabui konsumen” jelas Alex Noack, petugas balai POM di pasar sentral mararena Sarmi, Selasa (17/3).

Menurut Alex, Badan Pengawasan Obat dan Makanan saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh produk yang dijual di pasar, dalam rangka melakukan pembinaan. Dengan tujuan agar para pengecer mengambil barang jualan melalui distributor resmi.

“Pemeriksaan kali ini bersifat pembinaan, jadi ada toleransi, sebab itu dianjurkan supaya barang lama jangan dijual lagi, karena jika kedapatan maka, pasti digiring oleh pihak yang berwajib” tambahnya.

Untuk meningkatkan pemahaman para pedagang maupun personil lembaga teknis kata Alex, manajemen BPOM rencananya akan mengelar pelatihan menyangkut metode pemilihan dan pemasaran produk – produk berdasarkan aturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Penagihan dan Pembukuan Badan Pendapatan Daerah,Julius Sigalingging. Dirinya menyebutkan bahwa alur masuknya barang dari luar sarmi sering susah dikontrol, jadinya banyak produk yang sudah tidak layak masih dijual.

“Kedepan kami akan lakukan pengawasan terhadap mobil – mobil box yang sering distribusi barang jualan ke pengecer, agar semua produk dijamin sehat serta layak dipasarkan” sebut Yulius.

Dirinya mengakui adanya temuan tersebut merupakan kesengajaan kontributor dan juga kelalaian dari pengecer. Sehingga masyarakat selaku konsumen pasti menjadi korban, terutama para wanita.

Kedepan akan ditertibkan, secara khusus produsen dan pengecer, agar hal ini tidak terulang lagi dikemudian hari” pungkas Yulius.(SDR/PIUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here