1.700 Pencaker mengikuti Simulasi CAT

0
151

Hari ke dua Lebih dari 1.700 pencari kerja sedang mengikuti simulasi Computer Asissted Test (CAT) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). (Jumat 12/10)

Kegiatan simulasi tersebut dilaksanakan di aula Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarmi.

Menurut koordinator simulasi CAT Gustaf Soumilena, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari  sejak hari kamis tanggal 11 Oktober sampai dengan Sabtu 13 Oktober, dimulai dari jam 09.00 sampai selesai dan untuk pelaksanaan test dimaksud panitia telah membagi menjadi 4 wilayah untuk mengikuti test Simulasi, ujarnya.

“ke – 4 wilayah test simulasi dimaksud meliputi wilayah satu terdiri dari Distrik Pantai Timur dan Pantai Timur Barat, wilayah dua Distrik Pantai Barat, Distrik Apawer Hulu dan Distrik Tor Atas, wilayah tiga Distrik Sarmi Timur, Distrik Sarmi dan Sarmi Selatan, sementara untuk wilayah empat yang meliputi Distrik Bonggo Timur,  Distrik Bonggo dan Bonggo barat akan dilaksanakan di Lab Komupter SMA Negeri 2 distrik Bonggo Timur”, jelas Gustaf.

Sementara itu kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan  Mariana Manansal, SE selaku instruktur buat Pencaker melalui Simulasi CAT, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari prorgram Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Sarmi, sehingga memberikan pengalaman serta gambaran untuk menghadapi ujian CAT nantinya.

“Perlu dilatih, agar ke depan anak daerah bisa mengisi soal CAT dengan baik, karena sudah ada pengalaman,” ujar Mariana.

Mariana mengatakan dalam simulasi tersebut hanya terdapat 50 soal, dengan durasi waktu 30 menit pengerjaan. Sistem CAT terdiri dari tiga kategori soal, antara lain tes intelegensi umum (TIU),  tes wawasan bebangsaan (TWK) dan tes kepribadian (TKP).  Sedangkan ambang batas kelulusan atau standar passingrade yang harus di capai para peserta secara nasional untuk lulus ujian CAT CPNS nanti, TIU nilai 80, TWK 75 dan TKP 143. Namun untuk simulasi ini kita rata-ratakan menjadi  nilai 80 untuk tiga kategori tersebut, “ jelasnya.

Salah satu peserta Marice Yaas dari kampung Bagaiserwar mengaku bahwa dengan adanya simulasi CAT ini, ia lebih paham dan memiliki modal tambahan untuk bahan belajar nanti.

“awalnya sa takut, karna sa pikir barang ini akan bikin susah kitong untuk mendapatkan pekerjaan, tapi setelah sa ikuti ternyata barang ini lebih mudah” jelasnya.

Terima kasih kepada Pemerintah Sarmi, yang senantiasa memberikan perhatian serius pada kami selaku pelamar terlebih lagi yang berusaha untuk kami anak daerah asal sarmi, yakni dengan memfasilitasi pelaksanaan imulasi ini. (SDR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here